Labuan Bajo, GBRNews.id –Hanya sepekan setelah tragedi kematian misterius yang mengguncang Kampung Nggilat, Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, kehidupan di desa kecil ini berubah drastis.
Seolah tak cukup dengan rasa takut dan kebingungan yang melanda warga, situasi politik di daerah itu kini semakin berwarna.
Pada Jum’at (11/10), Richard Sontani, Calon Wakil Bupati Manggarai Barat yang berpasangan dengan Mario Pranda, menyisir wilayah tersebut dengan gaya unik mengendarai motor trail melewati jalan-jalan desa yang terjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Cawabup Richard Sontani disambut dengan antusiasme dan sorak-sorai warga. Di Desa Nggilat, nama Richard bergema, seakan membawa harapan baru bagi warga setempat.
Meski desa dirundung kekhawatiran dan spekulasi terkait kematian Sustiana Melci Elda (23), yang ditemukan tewas mengenaskan di rumah suaminya Eduardus Ungkang pada Kamis, 3 Oktober 2024.
Namun, kontras mencolok terlihat ketika keluarga Sustiana Melci Elda dari Desa Nggorang, Kecamatan Komodo datang ke desa itu. Suasana berubah dingin dan sunyi.
Warga memilih untuk bungkam, seolah menolak berbicara tentang kematian yang menggelayuti pikiran mereka. Bahkan Eduardus Ungkang, suami korban dan kedua orangtuanya diduga kabur, menambah ketegangan yang terasa menyesakkan.
Di tengah suasana yang sarat intrik dan ketidakpastian, Cawabup Richard Sontani justru berhasil memikat hati warga.
Margareta, seorang warga setempat, menyuarakan rasa syukurnya atas kehadiran pemimpin yang ramah dan sederhana itu.
“Kami merasa bersyukur dengan calon pemimpin yang ramah seperti ini. Eme lelo galan lami kraeng ho, bersi tu’ung nain (Dari auranya, beliau terlihat sebagai sosok yang bersih),” ujarnya, seperti yang dikutip dari portal Metrontt.com.
Dukungan kuat dari para pendukung setianya, paslon Mario-Richard berusaha meyakinkan masyarakat bahwa mereka membawa solusi nyata untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.
Dalam kampanye tatap muka tersebut, Richard Sontani juga mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi alam di wilayah utara Manggarai Barat itu.
“Banyak yang saya lihat di sepanjang jalan ini, tetapi saya tidak ingin berjanji tanpa dasar,” katanya.
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Manggarai Barat, Marselinus Jeramun, yang turut serta dalam kampanye itu, tak segan memuji sosok Richard.
“Dia bukan sekadar calon pemimpin. Richard adalah sosok yang ingin mendengar jeritan hati rakyatnya, berjalan bersama mereka dalam perjuangan menuju perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Marsel Jeramun menggambarkan perjalanan mereka melintasi jalur terjal sebagai simbol tekad dan kerendahan hati untuk menyatu dengan masyarakat.
Namun, meski kampanye politik ini berhasil menarik perhatian warga, bayang-bayang kematian misterius Elda begitu disapanya itu masih menggantung di udara. Suasana di Desa Nggilat kini bagai sebuah panggung besar, di mana politik, harapan dan misteri kematian Elda bergulir. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










