Jadi Saksi Kematian Ibunya, Bocah Aurel Bungkam di Depan Penyidik, Dinsos Mabar Soroti Dampak Psikologis

- Redaksi

Jumat, 17 Januari 2025 - 00:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Kasus tragis yang menimpa Sustiana Melci Elda (22) di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, menyeret bocah tiga tahun, ACO, sebagai saksi kunci atas kematian ibunya.

Meski usianya masih sangat belia, Aurel begitu disapa menjadi saksi penting atas dugaan penganiayaan yang dilakukan ayahnya, Eduardus Ungkang (23), pada 3 Oktober 2024 lalu.

Aurel hadir di Polres Manggarai Barat, Kamis pagi (16/1/2025), untuk menjalani pemeriksaan resmi, meski usia belianya memicu berbagai pertanyaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Didampingi kakeknya, Adrianus Jehadun, tantenya, Bergita Nimat, Dinas Sosial Manggarai Barat melalui perwakilan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Bungkam di Depan Penyidik

Namun, Aurel yang masih balita belum memberikan keterangan apa pun selama pemeriksaan.

“Waktu pemeriksaan, ia ditanya berkali-kali, tapi tetap tidak menjawab. Ia tampak bingung,” ujar Bergita Nimat kepada Gbrnews.id, usai menjalani pemeriksaan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menyatakan bahwa pihaknya akan menyesuaikan waktu dan situasi agar Aurel merasa lebih nyaman.

“Anaknya belum mau ngomong. Belum ada keterangan yang bisa didapat,” kata AKP Lufthi.

Dinsos Soroti Usia dan Trauma

Keterlibatan Aurel sebagai saksi menuai sorotan dari Dinas Sosial Manggarai Barat. Kepala Dinas Sosial, Marselinus Jebarus, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi psikologis Aurel.

“Usianya baru tiga tahun, terlalu kecil untuk memahami peristiwa traumatis seperti ini. Pendampingan psikolog sangat diperlukan agar tidak memperburuk kondisinya,” kata Marselinus kepada Gbrnews.id saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis siang.

Marselinus menegaskan bahwa pihak Dinas Sosial melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) siap memberikan bantuan jika pendampingan psikolog benar-benar diperlukan.

“Ketika nanti ini benar-benar sangat diperlukan, Dinsos melalui PPA akan membantu menangani anak ini yang tidak mengerti apa-apa tentang peristiwa yang menimpa ibunya,” ungkapnya.

Dinsos Manggarai Barat menekankan pentingnya pendekatan yang tepat agar anak tidak mengalami trauma lebih dalam.

“Kondisi psikologis anak ini harus menjadi prioritas utama. Kita tidak ingin tekanan pemeriksaan berdampak buruk pada perkembangan mentalnya,” tambah Marselinus.

Jika psikolog tidak dapat didatangkan langsung ke Manggarai Barat, Kadis Marselinus mengusulkan solusi alternatif dengan membawa Aurel ke Kupang untuk mendapatkan pendampingan psikologis.

“Kita berupaya berkoordinasi dengan PPA di tingkat provinsi dan nasional untuk memastikan kebutuhan psikologis Aurel terpenuhi,” lanjutnya.

Marselinus juga mengimbau keluarga korban untuk tetap sabar dan mendukung proses hukum dengan baik.

“Fokuslah pada penyelesaian kasus ini dan jangan terpengaruh oleh komentar yang tidak membantu,” pesannya. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru