LABUAN BAJO, GBRNews.id –Rofinus Edison Risal, atau yang akrab disapa Ichal Detrex, mengisahkan bahwa Youth Fest muncul karena banyak komunitas dan anak muda berbakat di Labuan Bajo belum mendapatkan kesempatan tampil seluas yang seharusnya. Festival tahunan ini lahir dari kegelisahan para pemuda yang melihat minimnya ruang untuk tampil, meski Labuan Bajo memiliki banyak potensi kreatif yang mampu bersaing di panggung besar.
Menurut Ichal, ide Youth Fest pertama kali bergulir pada 2023 sebagai jawaban atas ketimpangan ruang berkarya yang selama ini dirasakan oleh talenta lokal.
“Menyadari bahwa banyak talent lokal yang bisa mengisi acara besar, namun ruang terbatas untuk menunjukkan skill. Banyak komunitas yang belum tampil di panggung besar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Youth Fest sejak awal memilih momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai ruh penyelenggaraan. Festival ini hampir selalu digelar pada Oktober sebagai simbol persatuan pemuda dan dorongan untuk bangkit bersama melalui kreativitas.
“Tahun ini jadwal sedikit bergeser ke November karena beberapa kendala panitia, tapi nilai dan semangatnya tetap sama,” kata Ichal.
Youth Fest pertama kali digerakkan melalui Archipelago Foundation dengan menggandeng Bajo Talk sebagai pelaksana utama. Dukungan kuat juga datang dari sektor korporasi, terutama Indonesia Financial Group (IFG) yang sejak awal konsisten menjadi sponsor.
Yang menarik, pada penyelenggaraan tahun ketiga ini, Youth Fest menunjukkan kematangan organisasinya. Untuk pertama kalinya, festival ini bergerak mandiri tanpa keterlibatan Archipelago Foundation. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Youth Fest telah tumbuh menjadi gerakan pemuda yang solid dan berdaya.
Ichal menegaskan bahwa misi utama Youth Fest tidak berubah sejak awal: memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak muda menampilkan kemampuan terbaik mereka.
“Dengan Youth Fest, kita ingin memberikan ruang besar untuk talent lokal menunjukkan skill-nya. Kita gandeng komunitas yang ada, kita kolaborasi, dan event ini memang diisi oleh talenta muda lokal,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi, kemandirian, dan fokus pada pemberdayaan pemuda, Youth Fest kini menjadi salah satu festival kreatif terbesar yang dimiliki Labuan Bajo—panggung tempat ide, karya, dan semangat muda bertemu dan tumbuh bersama. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










