LABUAN BAJO, GBRNews.id – Muhammadiyah terus memperkuat penanganan korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah tim medis, dokter spesialis, dan relawan Muhammadiyah telah dikerahkan ke wilayah terdampak untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pergerakan tim kemanusiaan tersebut dipusatkan melalui Pos Komando Darurat (POSKORDA) Muhammadiyah Manggarai Barat yang dibuka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Barat melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Ketua PDM Manggarai Barat, Muhamad Arun, mengatakan keberadaan POSKORDA Mabar menjadi bagian dari respons Muhammadiyah atas perintah Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendukung penanganan bencana di daratan Flores.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“POSKORDA ini dibentuk atas perintah Pimpinan Pusat Muhammadiyah bagi daerah-daerah terdampak di daratan Flores,” kata Muhamad Arun kepada GBRNews.id, Rabu (26/8/2026).
Menurut Arun, Manggarai Barat dipilih sebagai salah satu titik strategis karena memiliki akses transportasi udara dan laut yang cukup memadai. POSKORDA Manggarai Barat kemudian difungsikan sebagai tempat transit sekaligus titik koordinasi sebelum para relawan dan tenaga medis bergerak menuju daerah yang membutuhkan penanganan.
Sejumlah tim medis yang telah turun antara lain berasal dari PKU RS Muhammadiyah Bima, PKU RS Muhammadiyah Lamongan, serta tim medis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengerahkan dokter spesialis dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi korban gempa.
Selain tenaga kesehatan, sejumlah relawan Muhammadiyah juga telah disiapkan dan diterjunkan untuk membantu penanganan di lapangan, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan parah, terdapat korban jiwa, maupun membutuhkan layanan medis.
“Peran kami di daerah lebih pada membantu memperlancar proses penjemputan, menyediakan kendaraan, mengarahkan tim di pos serta tempat istirahat sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke tempat terdampak,” jelas Arun.
Seluruh pendistribusian tim medis, logistik, dan relawan dikoordinasikan melalui pusat krisis MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan pola tersebut, pergerakan bantuan diharapkan lebih terarah dan dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
POSKORDA Muhammadiyah Manggarai Barat sendiri dikoordinasikan oleh Ahmad Dahlan selaku Ketua MDMC Manggarai Barat. Sejak hari pertama, seluruh kegiatan di POSKORDA berjalan di bawah koordinasinya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan POSKORDA Manggarai Barat juga mendapat pendampingan langsung dari MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kehadiran POSKORDA ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat pergerakan relawan, tenaga medis, serta dukungan logistik Muhammadiyah ke wilayah-wilayah di Flores yang paling membutuhkan bantuan pascagempa.
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi






