LABUAN BAJO, GBRNews.id – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus mengalir. Kali ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melalui program “Korpri BPK Peduli” menyalurkan bantuan berupa uang tunai Rp320 juta hingga kebutuhan dasar seperti pembalut dan pampers bagi korban gempa.
Bantuan tersebut diserahkan Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTT, Triyantoro, kepada Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, di Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi, Kantor BPBD Provinsi NTT, Jumat (21/8/2026).
Selain uang tunai Rp320 juta, BPK RI juga menyerahkan bantuan sembako senilai sekitar Rp15 juta. Paket bantuan tersebut berisi beras, minyak goreng, susu, sarden, kecap, teh, sampo, wafer, sabun, pasta gigi, pembalut, hingga pampers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan tersebut menunjukkan bahwa dukungan untuk korban gempa tidak hanya menyasar kebutuhan pangan, tetapi juga kebutuhan sehari-hari yang diperlukan warga selama berada dalam situasi darurat.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua BPK RI beserta seluruh keluarga besar BPK atas perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat NTT, khususnya warga Flores yang terdampak gempa.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua BPK RI dan seluruh keluarga besar BPK di Indonesia atas kepedulian, solidaritas, empati, serta bantuan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Flores,” ujar Johni.
Menurut Johni, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascagempa. Bantuan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan dukungan psikologis agar masyarakat memiliki kekuatan untuk bangkit.
“Semoga apa yang diberikan ini bukan hanya dapat meringankan beban masyarakat, tetapi juga memperkuat psikologi mereka yang terdampak bencana. Mereka tahu bahwa seluruh bangsa Indonesia ikut berduka dan memberikan perhatian atas apa yang terjadi,” katanya.
Johni menegaskan, solidaritas seperti yang ditunjukkan BPK RI menjadi bukti kuat bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, lembaga negara, dunia usaha, hingga berbagai elemen lainnya perlu bergerak bersama membantu warga terdampak.
Ia juga mengapresiasi tingginya solidaritas masyarakat Indonesia terhadap warga NTT. Menurutnya, bantuan terus berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia sejak gempa mengguncang Flores.
“Hampir semua provinsi ikut mengirimkan bantuan. Ini menunjukkan solidaritas bangsa Indonesia yang luar biasa,” ungkapnya.
Pemprov NTT, kata Wagub Johni, akan memastikan seluruh bantuan yang diterima disalurkan dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak gempa.
Ia juga mengungkapkan, donasi dari berbagai pihak yang masuk ke rekening dana penampung bantuan gempa Flores telah mencapai lebih dari Rp5 miliar.
Selain mengandalkan bantuan dan donasi dari berbagai pihak, Pemprov NTT juga menyiapkan anggaran Rp25 miliar untuk mendukung penanganan bencana gempa di Flores.
Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTT Triyantoro mengatakan bantuan tersebut merupakan amanah dari pimpinan BPK RI sekaligus bentuk kepedulian keluarga besar BPK terhadap masyarakat NTT.
“Kami dari BPK Perwakilan Provinsi NTT mendapat amanah dari pimpinan BPK RI untuk menyampaikan sumbangan sebagai bagian dari kepedulian kita kepada keluarga di Provinsi NTT. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan keluarga kita yang ada di Flores,” ujar Triyantoro.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Plh. Sekda Provinsi NTT Yohanes Oktovianus, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Selfie Nange, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lery Rupidara, Kepala BKD NTT Kanisius Mau, serta Sekretaris BPBD NTT Yohanes Takadosi. **
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi






