LABUAN BAJO, GBRNews.id – Di Kampung Ndole, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, negara seolah berhenti di tepi sungai. Tidak ada jembatan di atas Wae Rawas, hanya arus deras yang setiap musim hujan berubah menjadi ancaman. Namun di situlah anak-anak sekolah harus lewat setiap hari.
Kenyataan pahit itu disampaikan warga saat Anggota DPRD Manggarai Barat Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai Barat, Rofinus Rahmat, ST, menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025–2026, Senin (22/12).
Bagi warga Ndole, ketiadaan jembatan bukan lagi soal pembangunan yang tertunda, melainkan soal keselamatan yang diabaikan. Sungai Wae Rawas menjadi satu-satunya penghubung antara Kampung Mejer dan Kampung Kumbuk. Saat hujan turun, air meluap, arus menggila, dan anak-anak tetap dipaksa menyeberang demi sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh masyarakat setempat, Agus Maa, menyampaikan kegelisahan warga dengan nada getir.
“Kalau hujan, arusnya sangat deras. Anak-anak tetap harus menyeberang. Kami sebagai orang tua hanya bisa cemas dan berdoa,” ungkapnya.
Tak ada jembatan, tak ada alternatif. Motor dan mobil sama sekali tidak bisa lewat. Hasil kebun dipikul, bahkan sering kali dibiarkan busuk karena tak mampu menembus sungai.
“Sungai ini memutus hidup kami. Pendidikan terganggu, ekonomi lumpuh,” lanjut Agus.
Penderitaan warga Ndole tak berhenti di soal akses. Persoalan pemasaran hasil pertanian turut menekan kehidupan ekonomi masyarakat.
Seorang petani, Kasmir Incus, mengeluhkan sulitnya menjual hasil nenas yang selama ini menjadi komoditas unggulan kampung.
“Nenas kami bagus, tapi sulit dijual. Kami berharap pemerintah bisa bantu supaya nenas kami bisa masuk pasar, bahkan kalau bisa sampai ke hotel-hotel di Labuan Bajo,” harapnya.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Rofinus Rahmat menyatakan komitmennya untuk mendorong aspirasi warga agar ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, meski di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi anggaran besar-besaran.
“Ini menyangkut nyawa dan masa depan anak-anak. Saya akan berupaya agar jembatan Wae Rawas menjadi perhatian serius,” tegas Rofinus.
Selain itu, Rofinus juga berjanji akan menjembatani komunikasi antara dinas terkait dan pihak hotel agar hasil pertanian warga Kampung Ndole, khususnya nenas, memiliki akses pasar yang lebih luas.
Di akhir reses, Rofinus membagikan 75 paket sembako Natal dengan subsidi sekitar 60 persen. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










