Bisa Picu Konflik Antarwilayah, Keluarga Korban Desak Polisi Tangkap Semua Pelaku Pengeroyokan di Macang Pacar

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oktavianus Dalang, perwakilan keluarga korban (Dok.Pribadi)

Oktavianus Dalang, perwakilan keluarga korban (Dok.Pribadi)

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Keluarga para korban dugaan pengeroyokan yang terjadi di ruas jalan antara Kampung Baru dan Kampung Mbuer, Desa Watu Baru, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, mendesak aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat. Mereka khawatir lambannya penanganan kasus dapat memicu ketegangan sosial dan berkembang menjadi konflik antarwilayah apabila tidak ditangani secara cepat, profesional, dan transparan.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026 itu tidak hanya meninggalkan luka fisik sekaligus trauma bagi sejumlah pemuda yang menjadi korban, tetapi juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Keluarga korban menilai penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk mencegah persoalan tersebut meluas.

Perwakilan keluarga korban, Oktavianus Dalang, meminta Polsek Macang Pacar dan Polres Manggarai Barat mengusut tuntas kasus tersebut dengan mengedepankan fakta-fakta hukum yang ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penyidik perlu mencermati seluruh keterangan korban maupun saksi guna mengungkap secara terang-benderang kronologi dan motif di balik peristiwa yang menyebabkan sejumlah pemuda mengalami luka-luka tersebut.

“Kami berharap Polsek Macang Pacar dan Polres Manggarai Barat benar-benar teliti, objektif, dan profesional dalam menangani dugaan pengeroyokan brutal terhadap anak-anak kami,” ujar Oktavianus kepada GBRNews.id, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari para korban, peristiwa itu diduga bukan sekadar aksi spontan, melainkan telah direncanakan sebelumnya oleh para pelaku.

“Kami mendengar langsung penjelasan dari anak-anak yang menjadi korban bahwa para pelaku diduga sudah merencanakan aksi tersebut. Indikasinya terlihat dari penggunaan kayu sebagai alat untuk menyerang dan adanya tindakan membuntuti korban dari belakang sebelum kejadian berlangsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Oktavianus mengingatkan aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah tegas untuk mencegah berkembangnya persoalan menjadi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Peristiwa biadab tersebut kami baca sebagai tindakan yang sangat provokatif dan terkesan sengaja menargetkan anak-anak Hamente Pacar. Karena itu, kami berharap aparat segera bertindak agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik horizontal maupun konflik antarkelompok masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, sejumlah tokoh adat yang berasal dari enam anak kampung yang tersebar di tiga desa di kawasan perbatasan Hamente Rego dikabarkan telah melakukan konsolidasi untuk mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas.

Mereka berkomitmen memastikan seluruh proses penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum dan memberikan keadilan bagi para korban.

“Kami sudah bersepakat untuk mengawal kasus ini sampai benar-benar mendapatkan kejelasan dan keadilan bagi para korban serta memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu,” katanya.

Keluarga korban berharap kepolisian segera mengidentifikasi dan menangkap seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut. Mereka juga meminta proses penyelidikan dilakukan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi maupun keresahan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun jumlah pasti pihak yang telah dimintai keterangan dalam kasus tersebut. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru