Ahmad Yohan Kecam Keras Label “Miskin dan Bodoh” untuk NTT

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025 - 16:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, mengecam keras label “miskin dan bodoh” yang selama ini dilekatkan pada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam rapat kerja bersama Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dan para kepala desa se-Kabupaten Manggarai Barat, Senin siang (23/6/2025) di Aula Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Labuan Bajo, Yohan menegaskan bahwa akar masalah di NTT bukan soal kemiskinan, melainkan tidak adanya keberpihakan dari pemerintah pusat.

“Padahal, NTT ini tidak miskin. Hanya tidak ada keberpihakan saja,” tegasnya di hadapan Menteri Yandri dan ratusan hadirin.

Yohan lalu mengulas sejarah terbentuknya Provinsi NTT dari wilayah yang dahulu dikenal sebagai Sunda Kecil, bersama Bali dan NTB. Pada tahun 1958, wilayah ini dimekarkan menjadi tiga provinsi berdasarkan latar belakang kultural: Bali yang mayoritas Hindu, NTB yang mayoritas Muslim, dan NTT yang mayoritas Kristen dan Katolik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun seiring waktu, lanjutnya, Bali dan NTB melesat jauh dengan pembangunan pariwisata dan infrastruktur, sementara NTT justru masih dibebani stigma sebagai daerah miskin dan tertinggal.

Menurut Ahmad Yohan, metode survei Badan Pusat Statistik (BPS) juga tidak berpihak. Penilaian kemiskinan hanya dilihat dari kondisi rumah, toilet dan konsumsi makan minum tanpa mempertimbangkan konteks wilayah.

“Survei BPS hanya lihat rumah dan makanan. Kalau makan tidak 4 sehat 5 sempurna, langsung dicap miskin. Di Jakarta nggak ada kali dibangun jembatan, di sini ada sungai besar tapi tak dijangkau infrastruktur,” sindirnya.

Politisi PAN itu juga menyoroti ketimpangan bantuan pertanian. Di Jawa, traktor dibagi ratusan unit ke petani, sementara di NTT, hanya tiga unit yang diterima.

Lebih lanjut, ia menolak anggapan bahwa pendidikan di NTT tertinggal. Ia menyebut sejumlah tokoh nasional asal NTT sebagai bukti bahwa masyarakat NTT bukan hanya mampu, tapi juga berkontribusi besar untuk Indonesia.

“Frans Seda jadi menteri di tiga zaman (Sejak zaman Orde Lama, Orde Baru hingga Orde reformasi. Adrianus Mooy jadi Gubernur Bank Indonesia. Gories Keraf ahli bahasa. Itu berarti kami ini pintar,” tegas Ahmad Yohan.

Ia menekankan bahwa kesenjangan pembangunan antara Jawa dan NTT tidak bisa dibiarkan berlarut. Pemerintah harus membuka mata terhadap ketimpangan alokasi anggaran dan menyusun program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat di wilayah NTT. (*)

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru