Labuan Bajo, GBRNews.id –Kasus dugaan pembunuhan terhadap Sustiana Melci Elda (22) di rumah suaminya, Eduardus Ungkang alias Ardus, di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, pada 3 Oktober 2024 lalu, terus mengundang perhatian publik.
Dalam proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Manggarai Barat, Adrianus Jehadun, ayah korban, mengungkapkan peran tokoh masyarakat, Petrus Pampur, dalam pengambilan jenazah putrinya di Kampung Nggilat.
Saat memenuhi panggilan penyidik pada Rabu (18/12/2024), Adrianus membeberkan detail peran aktif Petrus Pampur. Ia menyebut Petrus sebagai salah satu saksi kunci yang terlibat dalam proses pengambilan jenazah Elda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Waktu memberikan tambahan keterangan ke polisi, saya ceritakan kronologi saat jenazah anak saya diambil. Peran Bapak Petrus Pampur sangat besar karena beliau salah satu tokoh tertua yang hadir saat itu, termasuk Kepala Desa Nggorang,” ungkap Adrianus kepada Gbrnews.id, Rabu malam.
Dibaluti rasa duka, Adrianus mengarahkan wartawan untuk meminta konfirmasi langsung kepada Petrus Pampur mengenai perannya.
“Lebih baik tanya langsung ke Bapak Petrus. Saat itu, saya sudah tidak berdaya melihat anak saya dalam kondisi mengenaskan,” katanya lirih.
Ditemui secara terpisah, Petrus Pampur membenarkan keterlibatannya dalam pengambilan jenazah Elda. Ia merasa terpanggil untuk membantu keluarga korban saat menghadapi respons masyarakat di Watu Langkas.
“Iya, betul saya ikut ke sana (Kampung Nggilat). Saya terpanggil melihat situasi waktu itu,” ujarnya.
Petrus juga menegaskan kesediaannya jika dipanggil pihak kepolisian sebagai saksi dalam kasus ini.
“Saya siap jadi saksi tambahan dan membantu pihak berwenang, apalagi melihat keterbatasan Pak Adrianus,” tegasnya.
Lebih jauh, Petrus memaparkan perannya dalam berbagai tahap proses hukum yang menyusul kematian tragis Elda.
“Mulai dari pengambilan jenazah, visum, pemakaman, otopsi, hingga langkah-langkah lainnya, saya terlibat aktif membantu keluarga,” ungkapnya.
Sebagai tokoh masyarakat, Petrus berharap pihak kepolisian dapat memanggilnya untuk memberikan kesaksian dan membantu mengungkap kasus ini secara terang benderang.
“Saya ingin keadilan untuk keluarga korban. Saya siap kapan pun diminta memberikan keterangan,” tutup Petrus. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










