Elektabilitas Cagub-Cawagub NTT Bersaing Ketat, Melki-Johni Memimpin, “Prabowo Effect” Berpengaruh

- Redaksi

Minggu, 13 Oktober 2024 - 23:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Tingkat keterpilihan atau elektabilitas calon gubernur dan calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) bersaing ketat. Hal ini terpotret dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada 1-10 Oktober 2024.

“Hasil survei yang dilakukan melalui simulasi pertanyaan terbuka secara langsung kepada responden menunjukkan bahwa, jika Pilkada NTT dilaksanakan hari ini, pasangan nomor urut 2, Melki Laka Lena-Johni Asadoma memperoleh suara sebesar 38,7 persen,” kata Ditektur Eksekutif LKPI Togu Lubis dalam keterangan tertulis, Sabtu, 12 Oktober 2024.

Posisi kedua, pasangan nomor urut 1, Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dengan 31,6 persen. Kemudian, pasangan nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu hanya memperoleh 16,1 persen, dan sebanyak 13,6 persen responden tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam simulasi dengan pertanyaan tertutup menggunakan kuisioner, menunjukkan pasangan Melki Laka Lena-Johni Asadoma, memperoleh dukungan 42,7 persen, pasangan Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dipilih 32,3 persen responden. Kemudian, pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu meraih 17,6 persen dan 7,4 persen responden tidak memberikan jawaban.

Survei ini, lanjut Togu, mengevaluasi tingkat kemantapan pilihan responden terhadap ketiga pasangan calon hingga hari pencoblosan. Hasil survei menunjukkan 89,4 persen responden yang memilih pasangan Melki Laka Lena-Johni Asadoma merasa mantap dengan pilihannya. Hanya 10,6 persen yang belum mantap.

“Untuk pasangan Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto, 77,3 persen responden merasa mantap, sementara 22,7 persen belum mantap,” kata Togu.

Pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu memperoleh angka kemantapan tertinggi, yakni 87,2 persen, dengan 12,8 persenresponden yang masih merasa ragu.

Survei ini juga mengidentifikasi isu-isu utama yang menjadi harapan masyarakat terkait pemerintahan yang akan datang. Berdasarkan temuan survei, penyediaan lapangan pekerjaan menjadi isu yang paling penting bagi masyarakat dengan 25,4 persen responden.

Isu kedua yang dianggap penting adalah jaminan kesehatan dan kesejahteraan rakyat dengan 24,2 persen, diikuti harga bahan pokok yang terjangkau sebanyak 20,9 persen. Selain itu, 15,3 persen responden menginginkan biaya pendidikan yang terjangkau dan akses transportasi publik.

“Sedangkan 14,2 persen responden berharap ada penyediaan pupuk subsidi yang merata dan ketersediaan BBM subsidi bagi nelayan,” kata Togu.

Survei ini melibatkan 1.580 responden yang memiliki hak pilih di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sampel responden diambil secara acak dari seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur, dan diwawancarai secara tatap muka. Margin of error atau toleransi kesalahan survei ini adalah ±2,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, pengamat politik dan intelijen Universitas Indonesia Muhammad Sutisna menilai dari hasil survei ini terlihat adanya fenomena Prabowo effect terhadap melejitnya elektabilitas Melki Laka Lena dan Johni Asadoma.

“Mengingat pada pilpres lalu pasangan Prabowo-Gibran menang telak di NTT secara tidak langsung berdampak pada tingginya elektabilitas Melki Laka Lena,” ujar Sutisna.

Ditambah lagi, lanjut Sutisna, Melki Laka Lena sudah dikenal publik sebagai sosok muda dari NTT di tingkat nasional. Sebab, dia merupakan anggota DPR dari dapil NTT.

“Kemudian effect popularitas dari mantan Kapolda NTT Johni Asadoma juga punya pengaruh besar terhadap tingkat elektabilitas Melki-Johni,” ujar dia.

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Metrotvnews.com

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru