Gempa Flores, 53.971 Rumah Rusak Manggarai Timur Tertinggi 17.039 Unit

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah milik Fransiskus Maji di Kampung Watu Mundung, Desa Golo Meni pasca dilanda gempa M 7,7, Sabtu (15/8/2026) pagi. Foto Rino/GBRNews.id

Kondisi rumah milik Fransiskus Maji di Kampung Watu Mundung, Desa Golo Meni pasca dilanda gempa M 7,7, Sabtu (15/8/2026) pagi. Foto Rino/GBRNews.id

LABUAN BAJO, GBRNews.id Gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan jejak kerusakan besar. Hingga hari kedelapan penanganan, 53.971 rumah warga di tujuh kabupaten tercatat mengalami kerusakan.

Dari jumlah tersebut, 19.006 rumah rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan dampak kerusakan rumah paling besar, mencapai 17.039 unit.

Data tersebut merupakan pembaruan BNPB per Sabtu (22/8/2026). Di Manggarai Timur, sebanyak 6.713 rumah rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Besarnya angka kerusakan di Manggarai Timur membuat kabupaten tersebut menjadi daerah dengan jumlah rumah terdampak paling banyak dibandingkan enam kabupaten lainnya.

Setelah Manggarai Timur, Manggarai Barat menempati posisi kedua dengan 9.402 rumah rusak. Rinciannya, 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang dan 4.630 rusak ringan.

Berikutnya Ngada dengan 8.129 rumah rusak, terdiri dari 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang dan 4.478 rusak ringan.

Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 rumah rusak, dengan rincian 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang dan 1.350 rusak ringan.

Sementara Nagekeo mencatat 4.829 rumah rusak, terdiri dari 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang dan 2.567 rusak ringan.

Di Ende, sebanyak 3.953 rumah terdampak. Dari jumlah itu, 763 rusak berat, 870 rusak sedang dan 2.320 rusak ringan.

Sedangkan Sikka mencatat 3.574 rumah rusak, terdiri dari 939 rusak berat, 622 rusak sedang dan 2.013 rusak ringan.

Data Masih Diverifikasi

BNPB menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara. Seluruh data kerusakan rumah masih menjalani proses verifikasi dan validasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi faktual di lapangan.

BNPB melalui Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi telah menurunkan tim di tujuh kabupaten terdampak. Pendataan dilakukan bersamaan dengan penanganan tanggap darurat agar kebutuhan pemulihan dapat dipersiapkan sejak awal.

Data by name by address (BNBA) hingga tingkat desa telah tersedia untuk Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka. Sementara proses penginputan di Kabupaten Manggarai masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari.

Khusus Nagekeo, proses verifikasi telah berjalan selama dua hari menggunakan instrumen pendataan BNPB. Jika hasil verifikasi dinyatakan valid, data dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Jika ditemukan ketidaksesuaian, BNPB akan mendorong verifikasi ulang.

Pendataan ini memiliki arti penting karena tidak hanya untuk mengetahui jumlah rumah yang rusak, tetapi juga menghitung kebutuhan dukungan pada tahap pemulihan.

Untuk rumah kategori rusak berat, data tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi warga terdampak.

BNPB dijadwalkan menggelar bimbingan teknis pada Selasa (25/8/2026) guna memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam proses pendataan. Setelah itu, verifikasi dan validasi akan dilanjutkan di masing-masing kabupaten.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menekankan bahwa data yang akurat merupakan fondasi dalam menentukan bentuk dan sasaran dukungan pemerintah.

Karena itu, pendataan tidak menunggu fase tanggap darurat berakhir. Proses tersebut berjalan paralel agar pemerintah memiliki gambaran kebutuhan yang lebih cepat, terukur dan tepat sasaran.

53.971 rumah rusak menjadi gambaran besarnya dampak gempa Flores. Di tengah angka tersebut, Manggarai Timur menjadi daerah dengan kerusakan terbanyak, mencapai 17.039 unit.

Kini, ketepatan data menjadi kunci agar proses pemulihan tidak hanya cepat, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak. **

Penulis : Sarifudin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Satpol PP dan Damkar Mabar Bekali Sudamala Resort Teknik Penanganan Kebakaran
Kasus Wasit Fredi, Pelatih Komodo United Novri Diperiksa, Polres Mabar Siap Gelar Perkara
Vamos Bajo Kampiun PSSI Cup II Manggarai Barat
Gol Gunawan Menit 86 Bawa Vamos Bajo Juara PSSI Cup II Manggarai Barat
Ibo Nono Koleksi 9 Gol, Kapten Vamos Bajo Bidik Gelar Top Skor PSSI Cup II Mabar
Baku Pukul hingga Kartu Merah, Terang FC Juara III PSSI Cup II Manggarai Barat
Vamos Bajo Tantang Wae Sambi di Final PSSI Cup II Manggarai Barat
Lewati Kolang, Kaper dan Black Crown, Wae Sambi FC ke Final
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:58 WITA

Satpol PP dan Damkar Mabar Bekali Sudamala Resort Teknik Penanganan Kebakaran

Kamis, 17 September 2026 - 21:04 WITA

Kasus Wasit Fredi, Pelatih Komodo United Novri Diperiksa, Polres Mabar Siap Gelar Perkara

Kamis, 10 September 2026 - 00:21 WITA

Vamos Bajo Kampiun PSSI Cup II Manggarai Barat

Rabu, 9 September 2026 - 23:21 WITA

Gol Gunawan Menit 86 Bawa Vamos Bajo Juara PSSI Cup II Manggarai Barat

Selasa, 8 September 2026 - 21:43 WITA

Ibo Nono Koleksi 9 Gol, Kapten Vamos Bajo Bidik Gelar Top Skor PSSI Cup II Mabar

Berita Terbaru

Skuad Vamos Bajo berpose bersama trofi PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 usai menaklukkan Wae Sambi FC 2-1.

Daerah

Vamos Bajo Kampiun PSSI Cup II Manggarai Barat

Kamis, 10 Sep 2026 - 00:21 WITA