LABUAN BAJO, GBRNews.id – Solidaritas untuk masyarakat Flores yang terdampak gempa terus mengalir dari berbagai penjuru Indonesia. Sejumlah gubernur tak hanya mengirim bantuan, tetapi sebagian di antaranya turun langsung ke wilayah terdampak untuk melihat kondisi warga.
Berdasarkan penelusuran GBRNews.id hingga Jumat (21/8/2026), sedikitnya empat gubernur terkonfirmasi turun langsung ke Flores, yakni Gubernur NTT Melki Laka Lena, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kehadiran para kepala daerah tersebut menjadi bagian dari solidaritas antardaerah setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur NTT Melki Laka Lena sejak awal berada di garis depan penanganan bencana. Pada Kamis (20/8), Melki bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk Posko Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara, Manggarai Timur.
Iqbal juga mengunjungi sejumlah titik pengungsian dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.
Sementara Koster meninjau penanganan dampak gempa di Labuan Bajo dan sejumlah wilayah Flores.
Sehari kemudian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba di Labuan Bajo dengan membawa bantuan sekitar Rp4 miliar untuk masyarakat terdampak gempa di Flores. Kedatangannya sekaligus untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan bantuan dari Jawa Barat tersalurkan.
Rp14,3 Miliar Bantuan Mengalir
Tak hanya empat gubernur tersebut, dukungan juga datang dari sejumlah pemerintah provinsi lainnya. Berdasarkan data yang dihimpun, total bantuan dana dari pemerintah provinsi mencapai Rp14,3 miliar.
Bantuan terbesar tercatat berasal dari Gubernur DKI Jakarta sebesar Rp5,8 miliar, termasuk dukungan logistik. Kemudian Gubernur Jawa Barat Rp4 miliar.
Selanjutnya, Gubernur Bali Rp1 miliar, Gubernur Sulawesi Tengah Rp1 miliar, Gubernur Maluku Utara Rp1 miliar, serta Gubernur NTB Rp1 miliar yang turut disertai bantuan logistik, relawan dan tim dokter.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan memberikan bantuan sebesar Rp500 juta. Dukungan lainnya datang dari Gubernur Jawa Tengah dalam bentuk 4 ton beras.
Bantuan tersebut belum termasuk dukungan lain berupa tenaga kesehatan, relawan, kebutuhan logistik dan bantuan kemanusiaan lainnya yang dikirim ke wilayah terdampak.
Dukungan tidak hanya datang dari pemerintah provinsi. Pemerintah pusat, pihak swasta, partai politik, organisasi kemanusiaan hingga donatur dari luar negeri juga terus mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak.
Flores Masih Diguncang Gempa Susulan
Solidaritas tersebut datang ketika masyarakat Flores masih berada dalam situasi sulit. Gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.
Hingga Kamis (20/8) sore, tercatat 3.618 gempa susulan terjadi di wilayah perairan Flores. Rentetan gempa tersebut masih berpotensi terjadi sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Berdasarkan data BNPB yang dihimpun, gempa tersebut menyebabkan 75 orang meninggal dunia dan 898 orang mengalami luka-luka.
Merespons kondisi tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mempercepat penanganan bencana.
Di tengah situasi tersebut, aliran bantuan dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian. Miliaran rupiah bantuan, logistik, relawan dan tenaga medis terus bergerak menuju wilayah terdampak.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan sekaligus mempercepat proses pemulihan pascagempa di Flores. **
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi






