LABUAN BAJO, GBRNews.id – Bantuan pangan terus bergerak untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Hingga Jumat (21/8/2026) siang, sebanyak 101,48 ton beras telah disalurkan kepada 7.918 rumah tangga terdampak gempa di sejumlah wilayah Manggarai Barat.
Data Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat hingga Jumat (21/8/2026) pukul 12.58 Wita mencatat, bantuan tersebut telah menjangkau 12 kecamatan, yakni Lembor, Kuwus, Ndoso, Welak, Mbeliling, Pacar, Boleng, Kuwus Barat, Macang Pacar, Komodo, Sano Nggoang, dan Lembor Selatan.
Dari sejumlah wilayah tersebut, Lembor menjadi penerima alokasi terbesar, yakni sebanyak 12.230 kilogram beras untuk 1.223 rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, bantuan yang disalurkan ke Boleng mencapai 12.160 kilogram, Kuwus 9.910 kilogram, Ndoso 8.590 kilogram, dan Pacar sebanyak 7.000 kilogram.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat pascagempa.
Bantuan beras tersebut tidak hanya berasal dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Dukungan juga datang dari berbagai pihak sebagai bentuk gotong royong dan solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana.
Sejumlah pihak yang turut memberikan bantuan di antaranya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Bima, DPD NasDem Manggarai Barat, PT Flores Jaya Sejati, Yayasan Sudamala Bumi Insani, Bank NTT, Imigrasi, KSOP, serta berbagai organisasi dan masyarakat.
Dari donasi yang tercatat secara khusus, sedikitnya 13.899 kilogram atau sekitar 13,8 ton beras telah diterima Pemkab Manggarai Barat dari berbagai pihak. Bantuan tersebut kemudian menjadi bagian dari stok bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak gempa.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Ini adalah bentuk gotong royong yang luar biasa. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi,” kata Edi Endi.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, penyaluran dilakukan secara bertahap melalui kantor camat dan sejumlah posko distribusi.
Pemerintah daerah juga mengarahkan bantuan yang masuk melalui Posko Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Kantor BPBD agar seluruh bantuan dapat didata dan selanjutnya disalurkan ke wilayah yang paling membutuhkan.
Edi Endi berharap bantuan dari masyarakat, lembaga, dunia usaha, organisasi sosial, dan berbagai pihak lainnya terus mengalir selama masa tanggap darurat.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dalam distribusi bantuan agar tidak terjadi penumpukan di satu wilayah, sementara daerah lain masih membutuhkan dukungan.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat terkoordinasi dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan di satu tempat, sementara wilayah lain masih kekurangan,” ujarnya.
Menurut Bupati Edi Endi, berapa pun bantuan yang diberikan memiliki arti penting bagi masyarakat yang tengah berjuang melewati dampak gempa.
“Terima kasih atas kepedulian semua pihak. Mari kita bersama-sama membantu masyarakat agar mereka dapat bangkit kembali,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan beras bagi warga terdampak gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kondisi aman.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut stok beras yang tersedia mencapai sekitar 39 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sekitar 34 ribu pengungsi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Hal itu disampaikan Amran saat melepas bantuan pangan secara simbolis bagi korban gempa di Kantor BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Rabu sore (19/8/2026). **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






