LABUAN BAJO, GBRNews.id – Kepala Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Bonifasius Mansur, bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan pendataan Pemerintah Desa Nggorang, sebanyak 38 kepala keluarga (KK) terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, tercatat 20 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 8 rumah rusak berat dan 12 rumah rusak ringan.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga terdampak. Di antaranya MI Insan Kamil Nggorang, SMK Bina Mandiri Nggorang, Biara Susteran Putri-Putri Kebijaksanaan, serta Kantor Desa Nggorang yang mengalami kerusakan ringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kades Nggorang Bonifasius Mansur mengatakan, setelah gempa terjadi, pemerintah desa langsung melakukan penyisiran dan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak.
“Kewajiban kita sebagai pemerintah desa, setelah kejadian tanggal 15 kemarin, kita menyisir rumah-rumah warga yang terdampak gempa,” ungkap Mansur kepada GBRNews.id di sela aktivitas distribusi bantuan, Rabu (19/8/2026) siang.

Ia juga meminta warga segera melaporkan kondisi rumah masing-masing melalui grup WhatsApp agar pemerintah desa dapat melakukan pendataan dan penanganan lebih cepat.
Menurut Mansur, wilayah yang paling banyak terdampak berada di Dusun 003 Watu Langkas.
“Sebagian besar yang terdampak di Desa Nggorang ini adalah di Kampung Watu Langkas,” katanya.
Pemdes Salurkan Bantuan
Pantauan GBRNews.id, Pemerintah Desa Nggorang didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Yulius L. Sare turun langsung menyalurkan bantuan kepada sejumlah kepala keluarga yang terdampak.
Setiap KK terdampak mendapatkan bantuan beras sebanyak 13 kilogram. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga pascagempa.
Selain bantuan dari pemerintah desa, Mansur menyebut sejumlah bantuan juga telah didistribusikan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Sosial dan Pemerintah Kecamatan.

Bantuan yang telah diterima antara lain 10 karung beras dengan berat masing-masing 50 kilogram. Sementara warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat juga mendapat bantuan beras dan terpal dari pemerintah kecamatan.
Pasca gempa, sebanyak 11 tenda pengungsian didirikan di halaman rumah warga terdampak. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri karena rumah mereka mengalami kerusakan berat maupun karena masih trauma dengan guncangan gempa.
“Ada yang sedang di tenda-tenda, ada beberapa keluarga. Terlebih khusus keluarga-keluarga yang rumahnya dalam catatan kita rusak parah,” jelas Mansur.
Ia mengatakan, sejumlah keluarga bahkan membangun tenda secara swadaya sejak malam 16 Agustus 2026 dan masih menggunakannya hingga kini.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah desa, terutama karena terdapat bayi dan lansia yang ikut bertahan di tenda pengungsian.
Mansur berharap petugas kesehatan dapat turun melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengungsi untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.
Imbau Warga Tetap Waspada
Mansur mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak panik secara berlebihan.
Ia meminta setiap keluarga mengatur waktu berjaga pada malam hari sehingga sebagian anggota keluarga tetap dapat beristirahat.
“Kita selalu waspada. Kalau boleh, di dalam satu keluarga itu berbagi waktu di malam hari supaya selalu standby melihat kondisi yang ada. Biarkan yang lain tidur dan istirahat,” imbaunya.
Terkait kerusakan bangunan, Pemerintah Desa Nggorang berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat maupun Pemerintah Pusat segera mengambil langkah penanganan.
“Kita berharap kepada Pemerintah Kabupaten dan mungkin Pemerintah Pusat untuk segera mengantisipasi segala kerusakan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, dampak gempa juga dirasakan warga di desa tetangga, Desa Golo Bilas. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 60 KK terdampak gempa M 7,7, dengan kerusakan rumah warga berada dalam kategori ringan hingga berat.
Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta verifikasi di lapangan. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






