Mukun, GBRNews.id – Mukun, ibu kota Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan rilis BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 05.58.24 WITA, dengan episentrum berada di 8,35 Lintang Selatan (LS) dan 121,37 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut juga sempat berpotensi menimbulkan tsunami.
Guncangan paling terasa di Desa Golo Meni. Warga panik dan berhamburan keluar rumah. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat terbentur tembok dan kayu saat menyelamatkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak gempa mulai terlihat di sejumlah kampung. Di Kampung Watu Mundung, rumah tembok milik Fransiskus Maji hancur total. Beruntung tidak ada korban jiwa. Dua unit sepeda motor juga dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Rumah milik Yohanes Song juga hancur total. Sementara rumah Gregorius Gasang yang masih dalam proses pembangunan mengalami kerusakan parah. Bangunan milik Blasius Taros dan Dortea Ce turut terdampak.
Kerusakan juga dialami rumah milik Viktor Tamat, Yohanes Uruk, Fransiskus Jehamin, Bernabas Sala dan Maksimus Nggao.
Di Kampung Rangga Po, sejumlah rumah milik Nikson Lagut, Helmut Adur, Fransiskus Ferdiano, Stanislaus Harun, Wilhelmus Amat dan Paulus Darman juga mengalami kerusakan.
Sementara itu, rumah milik Stefanus Narong, Seltus Jeharut, Ferdinandus Jehadut dan Hilarius Mantur juga mengalami kerusakan parah.
Dihimpun GBRNews.id, puluhan rumah di Kampung Watu Mundung, Rangga Po dan Rembong mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak parah. Beberapa rumah yang terdampak bahkan baru selesai dibangun, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan belum ditempati.
Warga terdampak sementara mengungsi di halaman SMP Satap Watu Mundung dan sejumlah lokasi aman di sekitar kampung. Masih terdapat sejumlah wilayah di Desa Golo Meni yang belum teridentifikasi karena pendataan belum dilakukan secara menyeluruh.
Tak hanya rumah warga, Gereja Santo Pius Ke-X Mukun dan rumah pastoran juga mengalami kerusakan cukup parah. Umat Kristiani pun melaksanakan perayaan Ekaristi Minggu di halaman gereja.
Sinyal dan Listrik Lumpuh Total
Pasca-gempa, jaringan listrik dan sinyal telekomunikasi di sejumlah wilayah dilaporkan terputus total. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan berkomunikasi dan mendapatkan informasi.
Sejumlah kepala keluarga yang memiliki generator listrik menggunakannya sebagai sumber penerangan sementara. Warga juga terlihat bergantian mengisi daya telepon seluler untuk tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga.
Kota Mukun sebagai ibu kota Kecamatan Kota Komba Utara terlihat gelap dan sunyi. Aktivitas warga praktis lumpuh akibat padamnya listrik dan terputusnya jaringan komunikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Golo Meni belum melakukan pendataan resmi terhadap seluruh kerusakan dan jumlah warga terdampak. Data kerusakan masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan di lapangan. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






