LABUAN BAJO, GBRNews.id – Arus investasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan tren positif. Hingga semester I tahun 2026, nilai investasi yang masuk mencapai Rp1.168.465.046.114 atau sekitar Rp1,16 triliun, melonjak 168,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menariknya, investor asing dari Qatar, Swiss, Inggris, Italia, hingga Jepang mulai gencar menanamkan modal di daerah yang menjadi pintu gerbang Taman Nasional Komodo tersebut.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Manggarai Barat, realisasi investasi semester I 2026 meningkat Rp733.866.451.786 dibandingkan semester I 2025 yang hanya mencapai Rp434.598.594.328.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian tersebut juga telah memenuhi 60,3 persen dari target investasi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1.936.877.525.674.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Manggarai Barat, Maria Imaculata Etris Babur, ST, mengatakan lonjakan investasi menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di daerah itu.
“Realisasi investasi hingga semester I tahun 2026 telah mencapai Rp1,168 triliun. Angka ini meningkat sebesar Rp733,86 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menjadi indikator bahwa Manggarai Barat masih menjadi daerah yang menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya,” ujar Kadis Rice Babur sapaan akrabnya, Rabu (29/7/2026).
PMA Mulai Mendominasi
Data DPMPTSP menunjukkan, Penanaman Modal Asing (PMA) kini menjadi penyumbang terbesar investasi dengan nilai Rp625.582.105.289, mengungguli Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp542.882.940.825.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang masih didominasi PMDN. Kini, investor dari Qatar, Swiss, Inggris, Italia, dan Jepang mulai memperkuat ekspansi bisnisnya di Manggarai Barat.
Pariwisata Tetap Jadi Primadona
Sektor pariwisata masih menjadi magnet utama investasi di Manggarai Barat. Hingga triwulan II 2026, investasi pada sektor hotel dan restoran mencapai Rp679.632.313.949, tertinggi dibandingkan sektor lainnya.
Sementara sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatat investasi sebesar Rp340.282.536.627, disusul sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi senilai Rp70.082.561.352.
“Pariwisata tetap menjadi sektor unggulan yang menarik minat investor. Hal ini terlihat dari besarnya nilai investasi yang masuk pada sektor hotel dan restoran dibandingkan sektor lainnya,” jelas Rice Babur.
Menurutnya, status Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya minat investor, didukung pembangunan infrastruktur, promosi pariwisata, serta konektivitas yang semakin baik.
Lahan dan Infrastruktur Masih Jadi PR
Meski investasi terus bertumbuh, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan lahan di kawasan Labuan Bajo yang semakin mahal serta kebutuhan penguatan infrastruktur dasar seperti air bersih, listrik, dan jaringan internet.
“Karena itu pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memperbaiki pelayanan perizinan serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung,” ungkap Rice Babur.
DPMPTSP juga terus mempercepat pelayanan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT.
Serap 1.264 Tenaga Kerja
Masuknya investasi turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang telah diverifikasi BKPM, realisasi investasi hingga semester I 2026 telah menyerap 1.264 tenaga kerja tetap.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memastikan setiap investasi yang masuk harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dengan mendorong perusahaan menyerap 60 hingga 70 persen tenaga kerja lokal.
“Selain itu kami juga mendorong kemitraan antara perusahaan besar dengan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), meningkatkan kapasitas UMK melalui pelatihan berbasis kompetensi, serta memfasilitasi penerbitan legalitas usaha melalui bimbingan teknis,” tutup Kadis Rice Babur.
Dengan capaian yang telah menembus lebih dari 60 persen target tahunan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat optimistis realisasi investasi pada akhir 2026 mampu melampaui Rp1,93 triliun, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. **
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi










