Labuan Bajo, GBRNews.id – Turnamen Sepak Takraw Antar-RT Tingkat Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dibuka pada Sabtu (18/7/2026) sore. Sebanyak 14 tim yang seluruhnya berasal dari Desa Golo Mori ambil bagian dalam turnamen yang akan berlangsung hingga 2 Agustus 2026.
Pembukaan yang digelar di Kampung Golo Mori berlangsung meriah. Ratusan warga memadati arena pertandingan untuk menyaksikan laga perdana sekaligus memberikan dukungan kepada tim-tim yang mewakili RT masing-masing. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya semangat terhadap olahraga sepak takraw di desa tersebut.
Ketua Panitia, Wilibaldus Thomas Putra, mengatakan turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat, terutama menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Mori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, dan para peserta yang telah mendukung sehingga turnamen ini dapat terselenggara. Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mencari juara, tetapi memperkuat persaudaraan dan menjaga kebersamaan masyarakat,” ujar Wili.
Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, turnamen ini juga diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga sepak takraw.
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen juga datang dari Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Manggarai Barat. Mewakili Ketua PSTI, Bendahara PSTI Manggarai Barat, Rikardus Nompa, mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Golo Mori yang terus menghidupkan olahraga sepak takraw melalui kompetisi tingkat desa.
Menurut Rikardus, turnamen seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet sejak usia dini. Ia menyebut, meski kepengurusan PSTI Manggarai Barat masih tergolong baru, pihaknya telah melaksanakan sejumlah agenda pembinaan sebagai upaya membangkitkan prestasi sepak takraw di daerah.
“Kegiatan seperti ini menjadi motivasi untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya mampu bersaing pada ajang Kejuaraan Daerah, Porprov, Popda hingga ke tingkat nasional. Kami berharap dari turnamen ini lahir bibit-bibit atlet yang kelak mampu membawa nama baik Manggarai Barat di berbagai kejuaraan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung. Menurutnya, perbedaan pilihan politik menjelang Pilkades tidak boleh mengurangi semangat persaudaraan yang telah terjalin di tengah masyarakat.
“Olahraga harus menjadi perekat persatuan. Menang atau kalah adalah hal biasa, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Semoga dari lapangan ini lahir atlet-atlet yang suatu saat mampu mewakili Manggarai Barat hingga tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON),” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Golo Mori, Samaila, mengapresiasi panitia dan PSTI Manggarai Barat yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.
Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus mencari bibit atlet yang berpotensi mengharumkan nama Manggarai Barat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung. Mari tinggalkan perbedaan politik dan jadikan olahraga sebagai sarana memperkuat persaudaraan serta kebersamaan masyarakat,” kata Samaila.

Pembukaan turnamen turut dihadiri Kepala Puskesmas Golo Mori Rosmaladewi, tokoh muda Poros Selatan Anggur Etaria Putra C.N. Sutar, mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM), tokoh masyarakat, para peserta, serta ratusan warga yang memadati lokasi pertandingan.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, Turnamen Sepak Takraw Antar-RT Desa Golo Mori diharapkan menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Manggarai Barat di tingkat provinsi hingga nasional. **
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi






