LABUAN BAJO, GBRNews.id – Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto, meminta seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Manggarai Barat untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Manggarai Barat yang berlangsung di Hotel Green Prundi, Labuan Bajo, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Fransiskus, sebagai partai pemenang di tingkat Provinsi NTT, Golkar memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, keberadaan Golkar tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik semata, tetapi juga harus hadir sebagai kekuatan yang mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Fransiskus meminta Fraksi Golkar di DPRD Manggarai Barat terus membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program pembangunan.
“Saya berharap Golkar menjadi bagian penting, tampil di garda depan, dan ikut mengawal proses pembangunan di Manggarai Barat,” tegas Fransiskus di hadapan peserta Musda.
Musda V Golkar Manggarai Barat berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya lokal.
Kegiatan diawali dengan prosesi adat Manggarai berupa Tuak Curu dan Kapu Manuk yang dipimpin tokoh adat, kemudian dilanjutkan dengan tarian penyambutan Tiba Meka yang dibawakan siswa-siswi SMAN 1 Komodo.

Turut hadir Ketua KPU Manggarai Barat Ferdiano Sutarto Parman, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Manggarai Barat Frumensius Menti, serta sejumlah pimpinan partai politik di Kabupaten Manggarai Barat.
Sejumlah tokoh partai yang tampak hadir antara lain Ketua Partai Demokrat Rikardus Jani, Ketua PDI Perjuangan Silvester Syukur, Ketua PBB Ali Sehidun, Ketua Perindo Hasanudin, Sekretaris Perindo Bernadus Ambat, Sekretaris NasDem Andy Rizky Nur Cahya, Bendahara PKB Hendrikus Harfon, Ketua PSI Ignasius Charles Angliwarman, Ketua PAN Inocentius Peni, dan Ketua Partai Gelora Agus Salim.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Manggarai Barat Rofinus Rahmat menegaskan bahwa Golkar memiliki dua tradisi dalam menghadapi Musda, yakni melalui dinamika kompetisi dan musyawarah mufakat.
“Tradisi di Golkar dalam setiap Musda, khususnya pemilihan ketua, ada dua cara. Pertama melalui dinamika yang suhunya cukup tinggi, dan kedua melalui musyawarah mufakat,” kata Rofinus.
Menurutnya, Musda tahun 2020 berlangsung melalui dinamika internal yang cukup kuat sebelum akhirnya melahirkan kesepakatan bersama. Sementara pada Musda 2026, ia memilih mengedepankan pendekatan musyawarah mufakat.

Rofinus mengaku telah melakukan komunikasi dan pendekatan intensif selama kurang lebih enam bulan dengan para kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk maju memimpin partai.
“Saya mencoba membangun komunikasi melalui musyawarah mufakat, baik empat mata, enam mata, delapan mata, maupun diskusi bersama. Ternyata cara ini sangat efektif untuk menjaga persatuan dan kebersamaan di internal partai,” ujarnya. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










