LABUAN BAJO, GBRNews.id – Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung utama sapi kurban nasional menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Tingginya permintaan hewan kurban di berbagai daerah, terutama Jakarta, membuat pengiriman sapi asal NTT melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Data Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026, total pengiriman sapi antarpulau di Indonesia mencapai 198.925 ekor. Dari jumlah tersebut, NTT menjadi daerah penyumbang terbesar untuk kebutuhan sapi kurban nasional.
“Kalau asal paling banyak rata-rata NTT. NTT penyumbang terbesar-lah kira-kira,” ujar Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding saat memantau kedatangan ternak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (22/5/2026), seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karding menjelaskan, lonjakan distribusi ternak tahun ini dipantau melalui aplikasi Best Trust milik Barantin. Berdasarkan data tersebut, volume pengiriman sapi mengalami kenaikan hingga 70 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Selain NTT, daerah pemasok sapi terbesar lainnya berasal dari Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.
“Tahun ini menurut pemantauan Best Trust, ada sekitar 198.925 ekor sapi, lalu untuk kambing ada sekitar 103.216 ekor,” jelas Karding.
Tak hanya mendominasi komoditas sapi, NTT juga tercatat sebagai salah satu daerah pengeluaran terbesar untuk kambing dan domba nasional bersama Jawa Timur, Lampung, Jambi, dan Sumatera Selatan. Secara nasional, pergerakan kambing dan domba meningkat tajam hingga 77 persen atau mencapai 103.216 ekor.
Sementara itu, di Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi gerbang utama distribusi ternak menuju Jakarta, arus masuk sapi lokal dari berbagai daerah, termasuk NTT, telah mencapai 2.837 ekor sejak awal Januari hingga 21 Mei 2026.
Meningkatnya mobilitas ternak dari wilayah timur Indonesia menuju Pulau Jawa membuat Barantin memperketat pengawasan karantina di setiap pelabuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, hingga brucellosis.
Setiap armada pengangkut ternak diwajibkan menjalani proses disinfeksi sebelum berlayar maupun setelah tiba di pelabuhan tujuan.
Selain itu, seluruh hewan kurban juga harus melewati pemeriksaan kesehatan dan verifikasi dokumen secara ketat guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat menjelang Iduladha 2026. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










