Lawan Stigma ‘Bayi Politik’, Mario Pranda Nyenggol Status Hukum Lawan

- Redaksi

Selasa, 24 September 2024 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Pilkada Manggarai Barat 2024 kini bertransformasi menjadi ajang pertarungan gagasan dan keberanian, di mana pasangan muda Christo Mario Y. Pranda dan Richardus Tata Sontani (Mario-Richard), yang dikenal dengan sebutan “Anak Momang”, bersiap menghadapi serangan politik dari kubu petahana Edistasius Endi dan Yulianus Weng (Edi-Weng).

Mario Pranda: Anak Bupati Pertama yang Membuat Gebrakan Politik

Mario Pranda, sosok yang tak asing di Manggarai Barat, adalah putra dari Fidelis Peranda, bupati pertama Manggarai Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Pemilu Legislatif 2024, Mario tak hanya tampil sebagai kandidat biasa. Ia memecahkan rekor dengan meraih 4.650 suara, terbanyak dalam pemilihan DPRD Manggarai Barat.

Namun, keputusan paling mengejutkan datang saat ia memilih untuk tidak dilantik dan lebih memilih bertarung di Pilkada sebagai calon bupati. Keputusan ini sontak menimbulkan riak di kalangan politisi dan masyarakat.

Richard Sontani: Dari Birokrat Muda ke Dunia Politik

Di sisi lain, Richard Sontani memiliki kisah yang tak kalah menarik. Memulai karir sebagai ASN di usia yang sangat muda, 18 tahun.

Ia menghabiskan dua dekade dalam pemerintahan, terakhir menjabat sebagai Kabag Administrasi Pembangunan di Lingkup Pemkab Mabar.

Namun, per September 2024 menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia meninggalkan kenyamanan birokrasi dan memilih terjun ke dunia politik untuk maju bersama Mario sebagai calon wakil bupati. Kombinasi birokrat berpengalaman dan politisi muda yang penuh energi ini membuat publik penasaran.

Kritik Panas: “Bayi Politik” dan Tanggapan Berani Mario

Tak bisa dihindari, pasangan Mario-Richard menerima berbagai serangan dari kubu lawan, terutama dari pasangan petahana Edi-Weng.

Salah satu isu yang dilontarkan adalah soal usia dan pengalaman, di mana mereka disebut sebagai “bayi politik” yang belum memiliki cukup bekal untuk memimpin.

Menanggapi kritik ini, Mario tampil garang di hadapan pendukungnya saat tatap muka di Kampung Kaper, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam (21/9).

“Baru-baru ini satu Minggu terakhir, banyak sekali yang menyampaikan bahwa Mario-Richard itu bayi baru lahir, ubun-ubun belum keras. Saya mau sampaikan begini, kalau kami ini masih belum bisa maju, bapa mama harus tau bahwa syarat calon bupati dan wakil bupati itu minimal 26 tahun. Saya dan Pak Richard itu sudah 36 tahun. Jadi secara undang-undang kami sudah sah untuk maju. Kalau tidak boleh anak muda maju, maka rubah dulu undang-undangnya, jadi 50 tahun ke atas”, ungkap Mario.

Mengenai Pengalaman: Keberanian untuk Berbuat, Bukan Sekadar Kata

Mario tak berhenti di sana. Ia menantang argumen tentang pengalaman bukanlah satu-satunya kunci kesuksesan, tetapi niat baik dan keberanianlah yang lebih penting dalam memimpin.

“Apakah ada sekolah khusus untuk jadi bupati, DPR, atau kepala desa? Tidak ada. Yang ada hanyalah niat tulus untuk membangun daerah ini. Dan niat itu diuji oleh proses demokrasi, melalui suara rakyat. Jika rakyat menginginkan kami memimpin, siapa yang bisa membantahnya?”, ujarnya.

Isu Track Record: Serangan Balik Mario yang Tegas

Isu lain yang tak kalah panas adalah soal rekam jejak atau track record pasangan Mario-Richard.

Lawan-lawan politik kerap mengangkat hal ini, seolah menuding keduanya tak punya latar belakang bersih. Namun, Mario dengan tegas menepis isu tersebut.

“Saya bisa pastikan, kami memenuhi semua syarat pencalonan. Salah satunya adalah SKCK. Dan saya bisa pastikan, SKCK kami berdua bersih dari kasus hukum apa pun, paham?”, kata Mario lantang, yang disambut tepuk tangan riuh para pendukung.

Mario pun tak ragu menyindir lawan-lawan politiknya yang terus mengangkat isu ini setiap hari.

“Kita sebenarnya tidak mau membahas soal rekam jejak. Tapi kalau setiap hari terus diungkit, seolah-olah mereka yang paling bersih, maka kami juga berhak bicara.” pungkasnya.

Nomor Urut: Awal Pertarungan Politik yang Menegangkan

Diberitakan sebelumnya, Pengundian nomor urut pasangan calon dalam Pilkada Manggarai Barat 2024 telah dilaksanakan di KPU Manggarai Barat pada Senin, 23 September 2024.

Pasangan Mario-Richard mendapatkan nomor urut 1, sementara pasangan petahana Edi-Weng mendapatkan nomor urut 2.

Ketua KPU Manggarai Barat, Ferdiano Sutarto Parman, memastikan bahwa seluruh proses pengundian berjalan sesuai dengan prosedur dan transparansi yang ditetapkan.

“Bapak Mario Pranda dan Richard Sontani mendapat nomor urut 1, sedangkan Bapak Edistasius Endi dan Yulianus Weng mendapat nomor urut 2. Hasil pengundian ini kami tetapkan secara resmi,” tegas Ano Parman dalam rapat pleno terbuka tersebut. **

 

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru