NTT Rajai Peternakan Babi Nasional, Ini 10 Provinsi Terbanyak Tahun 2025

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.idBabi menjadi salah satu hewan ternak yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diolah menjadi berbagai jenis makanan di banyak negara, termasuk Indonesia. Tak hanya untuk konsumsi lokal, komoditas ini juga menjadi bagian dari rantai perdagangan dan pasokan daging nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi babi di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 3,65 juta ekor. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, menandakan sektor peternakan babi masih menjadi andalan di sejumlah daerah.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sebagai wilayah dengan populasi babi terbesar secara nasional. Jumlahnya bahkan menembus 1.083.286 ekor atau hampir sepertiga dari total populasi babi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tingginya populasi ternak babi di NTT tidak terlepas dari kuatnya budaya masyarakat setempat. Di banyak daerah di Flores, Timor, hingga Sumba, babi bukan sekadar hewan ternak biasa, tetapi memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang sangat penting.

Dalam tradisi masyarakat NTT, babi kerap menjadi bagian utama dalam upacara adat, pesta keluarga, ritual keagamaan, hingga prosesi perkawinan atau belis. Karena itu, hampir setiap rumah tangga di pedesaan memelihara ternak babi sebagai simbol status sekaligus tabungan keluarga.

Di posisi kedua terdapat Sulawesi Selatan dengan populasi mencapai 474.070 ekor. Besarnya angka ini dipengaruhi budaya masyarakat Toraja yang menjadikan babi sebagai hewan penting dalam ritual adat Rambu Solo, yang membutuhkan ternak dalam jumlah besar.

Sementara Bali berada di urutan ketiga dengan 433.481 ekor. Tingginya populasi babi di Pulau Dewata didorong kebutuhan konsumsi lokal, terutama untuk kuliner khas seperti babi guling, serta permintaan dari sektor pariwisata yang terus berkembang.

Papua Tengah menempati posisi keempat dengan 417.425 ekor. Di wilayah pegunungan Papua, babi memiliki nilai sosial tinggi dan sering dijadikan simbol kekayaan, alat barter, hingga penopang ketahanan pangan masyarakat adat.

Sedangkan Sumatera Utara berada di posisi kelima dengan jumlah 263.675 ekor. Sentra peternakan babi di provinsi ini tersebar di kawasan Danau Toba dan Kepulauan Nias yang dikenal memiliki tingkat konsumsi daging babi cukup tinggi.

Papua Pegunungan berada di urutan keenam dengan populasi 109.196 ekor. Meski berada di wilayah yang cukup terpencil, budaya bakar batu dan tradisi barter membuat ternak babi tetap menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Sulawesi Tengah menyusul di posisi ketujuh dengan 103.635 ekor, disusul Kalimantan Tengah sebanyak 94.882 ekor yang didominasi peternakan rakyat berskala tradisional.

Lampung berada di peringkat kesembilan dengan 68.184 ekor. Provinsi ini mulai berkembang sebagai daerah penyangga pasokan daging babi untuk wilayah perkotaan, termasuk Jakarta.

Sementara Kalimantan Barat menutup daftar 10 besar dengan populasi mencapai 62.511 ekor. Sebagian besar ternak babi di wilayah ini dipelihara masyarakat pedalaman dan perbatasan untuk kebutuhan adat maupun konsumsi lokal.

Source: BPS Get the data Created with Datawrapper

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru