LABUAN BAJO, GBRNews.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan komitmennya menjaga kelancaran distribusi energi hingga ke pelosok daerah, termasuk wilayah Manggarai Barat yang belakangan dihadapkan pada antrean panjang di sejumlah SPBU.
Langkah proaktif terus dilakukan, mulai dari koordinasi intensif hingga pemantauan langsung di lapangan, guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Pada Senin (4/5/2026), warga Labuan Bajo mengeluhkan antrean panjang serta kesulitan memperoleh BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Biosolar di sejumlah SPBU. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi situasi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pasokan BBM sebenarnya sedang dalam proses pengiriman ke wilayah terdampak.
“Distribusi sedang berjalan. Kami melakukan percepatan dengan memprioritaskan SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi tinggi agar kondisi segera normal,” ujar Ahad dalam keterangan resmi yang diterima GBRNews.id, Rabu (6/5/2026).
Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Pertamina mempercepat suplai dengan memastikan kapal pengangkut BBM tiba tepat waktu. Pada Rabu (6/5/2026), kapal pengangkut telah sandar di Fuel Terminal Reo dengan membawa tambahan pasokan sebanyak 400 kiloliter Pertamax, 250 kiloliter Pertalite, dan 500 kiloliter Biosolar.
Dengan masuknya suplai tersebut, kebutuhan BBM di Manggarai Barat dan wilayah sekitarnya dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali.
Di sisi lain, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan, guna mencegah kepanikan yang dapat memperparah antrean.

Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan adanya dugaan pelanggaran atau ketidaknyamanan di SPBU melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mengurai antrean panjang dan mengembalikan distribusi BBM di Labuan Bajo ke kondisi normal dalam waktu dekat. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










