Labuan Bajo, GBRNews.id –Kecamatan Boleng semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu basis kuat dukungan bagi pasangan bakal calon (bapaslon) Mario-Richard. Hal ini ditegaskan Sergius Try Deddy, Ketua Tim Relawan Muda Mario-Richard, pada Kamis (19/09) petang.
Deddy menjelaskan bahwa tim pemenangan, simpatisan, serta seluruh perangkat di Kecamatan Boleng saat ini tengah fokus pada kegiatan konsolidasi dan sosialisasi secara intensif.
Menurut Deddy, gerakan ini menyasar semua lapisan masyarakat agar dukungan terhadap Mario-Richard semakin kuat menjelang Pilkada 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menargetkan kemenangan telak untuk Mario-Richard di Kecamatan Boleng. Oleh sebab itu, kami bekerja keras untuk memenangkan hati masyarakat di semua kalangan,” ujar Deddy penuh optimisme.
Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Boleng terhadap pasangan ini terbilang tinggi. Sebaran dukungan bahkan telah melampaui ekspektasi awal, terutama di berbagai anak kampung.
Deddy optimis bahwa dukungan ini akan terus bertambah dalam sisa waktu yang ada.
“Seluruh tim kami bergerak aktif dalam memperkenalkan Mario-Richard kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi karena ketokohan mereka diterima dengan baik oleh warga Boleng,” tambahnya.
Deddy pun menghimbau seluruh anggota tim pemenangan untuk tetap menjaga soliditas dan terus berusaha menjalin komunikasi serta merangkul semua lapisan masyarakat, demi menjaga momentum positif ini.
“Mari kita terus menjaga silaturahmi dan kondusivitas politik selama proses Pilkada 2024. Mario-Richard telah memulai langkah ini dengan niat yang baik,” pungkasnya.
Junaidin Mundur, Tim Makin Solid dan Fokus
Keputusan Junaidin, salah satu mantan pendukung Mario-Richard, untuk beralih mendukung pasangan Edi-Weng juga disambut dengan tanggapan positif oleh tim pemenangan.
Menurut Sergius Try Deddy, pihaknya justru berterima kasih karena keputusan ini diambil sejak dini.
“Keputusan Junaidin sudah tepat karena dia ternyata merupakan pengurus ranting partai politik yang mendukung pasangan Edi-Weng. Hal ini justru memperkuat soliditas tim Mario-Richard di Boleng,” jelas Deddy.
Deddy juga menekankan bahwa mundurnya Junaidin tidak mempengaruhi semangat tim. Sebaliknya, dengan mundurnya Junaidin, tim pemenangan Mario-Richard justru semakin steril dan terfokus dalam menyusun strategi kemenangan.
“Semua pendukung tetap solid. Junaidin hanya mengurus konsolidasi lintas keluarga di Terang Pesisir, sementara seluruh tim kerja lainnya, termasuk Yohanes Turuk sebagai Koordinator Kecamatan, tetap bersatu,” tambah Deddy.
Ia menegaskan bahwa keputusan Junaidin sepenuhnya dihargai, selama tidak ada tekanan atau intimidasi dari pihak luar. Baginya, demokrasi harus dihormati dan pilihan rakyat harus dihargai agar proses politik tetap berjalan dengan baik.
“Semoga keputusan Junaidin murni karena pilihannya sendiri, bukan karena tekanan dari pihak lain. Demokrasi harus dijaga dengan baik,” pungkas. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










