Eksploitasi Seksual dan TPPO di Pioner Bar Menguat, Mucikari Akui Kendalikan LC

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025 - 18:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.id –Dugaan praktik eksploitasi seksual hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Pioner Bar & Cafe, di Lingkungan RT 015 Puncak Waringin, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, kini memasuki babak baru. Aroma gelap yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik mulai terkuak jelas setelah identitas sosok sentral di balik operasi LC di tempat hiburan malam itu terungkap: Mami Octa, yang diduga berperan sebagai mucikari.

Nama perempuan ini mendadak mencuat dan menjadi sorotan utama. Ia disebut sebagai pengendali penuh aktivitas Lady Companion (LC) di Pioner Bar, mulai dari perekrutan, penempatan, hingga dugaan transaksi seksual berbayar yang diduga berlangsung sistematis dan terstruktur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Octa disebut merekrut para LC dari berbagai daerah, termasuk Pulau Jawa dan wilayah Manggarai. Tarif layanan hiburan ditetapkan Rp150.000 per jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun yang membuat dugaan TPPO menguat adalah informasi adanya transaksi seksual berbayar dengan tarif hingga Rp2.500.000 sekali layanan, yang disebut berjalan rapi, terstruktur, dan berada sepenuhnya di bawah kendali Octa.

Tak hanya itu, Octa diduga memiliki “bekingan”, membuat aktivitas yang dipimpinnya seperti kebal dari sentuhan aparat.

Saat dikonfirmasi GBRNews.id pada Selasa (9/12/2025) sore, Octa tidak membantah perannya. “Iya saya sendiri,” ujarnya singkat ketika ditanya apakah ia memang mucikari yang mengatur seluruh LC.

Perempuan asal Dompu, Nusa Tenggara Barat, ini mengaku mengatur 7 orang LC. Namun ketika ditanya lebih jauh mengenai asal-usul LC, status kontrak kerja, sistem perekrutan, maupun dugaan transaksi seksual, Octa memilih bungkam. Sejumlah pertanyaan lainnya pun tidak ia jawab.

Sikap diam Octa justru mempertebal kecurigaan publik mengenai adanya praktik terlarang yang selama ini hanya muncul sebagai rumor.

Isu eksploitasi seksual di Pioner Bar & Cafe bukan hal baru. Warga RT 015 sebelumnya telah menyegel bar tersebut karena beroperasi secara diam-diam tanpa izin. Dengan terbukanya identitas dan peran sentral Mami Octa, desakan terhadap aparat untuk bertindak kini semakin kuat.

Terungkapnya peran Mami Octa, publik kini menunggu langkah tegas dari Satpol PP, DPMPTSP, hingga aparat penegak hukum untuk memeriksa izin usaha, izin keramaian, hingga potensi pelanggaran UU TPPO.

Warga RT 015 Puncak Waringin, Kelurahan Labuan Bajo menyegal Pioner Bar. 

Secara terpisah, pemilik Pioner Bar & Cafe Stefanus Emanuel Cundawan, atau Pepeng, tetap memilih bungkam sebagaimana pemberitaan sebelumnya, meskipun tempatnya telah disegel warga.

Hingga berita ini diterbitkan, Satpol PP belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai status tempat tersebut maupun hasil sidak yang pernah dilakukan. Sementara itu, pihak teknis DPMPTSP dijadwalkan memberikan keterangan usai rapat bersama pada Rabu (10/12). **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru