Manggilnya “Bro”, Richard Sontani Ungkap Kedekatan dengan Mario Pranda

- Redaksi

Sabtu, 14 September 2024 - 14:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id – Richard Sontani, bakal calon wakil bupati yang berpasangan dengan Mario Pranda dalam kontestasi Pilkada Manggarai Barat 2024 terang-terangan menyatakan soal kedekatan antara keduanya. Ia mengatakan Mario Pranda sering memanggilnya dengan sebutan ‘bro’ dan sebaliknya. Pasangan calon yang dikenal dengan sebutan Mario-Richard ini telah resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis (29/8) lalu.

Di acara tatap muka dengan pendukung Mario-Richard di Labuan Bajo, Senin (9/9), Richard Sontani awalnya mengungkapkan bahwa puncak tertinggi dari cinta adalah pengorbanan. Ia menyebut apa yang sedang ia dan Mario Pranda lakukan saat ini merupakan pengorbanan besar rela undur diri dari jabatan masing-masing.

“Berkali-kali saya sampaikan ini di beberapa titik kunjungan, bahwa puncak tertinggi dari cinta yaitu pengorbanan dan dalam apa yang sedang kami lakukan hari ini adalah pengorbanan terbesar yang sedang kami berdua lakukan. Saya dengan 23 tahun masih menyisakan waktu pensiun, saya memilih mundur. Karena kami, begitu juga saya punya bro (Mario Pranda), bro kami dua biasa panggil pak bupati ini,” ungkap Richard dihadapan para pendukung, Senin malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan di Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat itu mengatakan dalam permenungannya dengan Mario Pranda selama ini ada alasan lain yang mendorong mereka maju dalam Pilkada Manggarai Barat, yakni tidak boleh mengkhianati banyak orang.

“Bro, begitu pak bupati (Mario Pranda) panggil saya, kita tidak boleh mengkhianati banyak orang. Saya juga akhirnya berpikir, oh iya banyak saya punya kakak-kakak yang di Labuan Bajo ini yang tidak harus berseragam juga masih baik-baik saja,” ujar Richard.

Richard meyakini dengan pilihan melepas statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) daat ini tidak akan membuatnya tidak punya pekerjaan lain.

“Baang keta gah, toe mata laing le toe pake seragam, tetapi poinnya bahwa kami sudah all in sudah ini. Untuk apa? untuk bisa bersama kami punya opa, oma, bapak, mama, ase agu kae untuk melakukan hal yang lebih baik untuk daerah Manggarai Barat,” pungkasnya.

“Dalam kontempelasi kami berdua juga, kami selalu bertanya ke dalam diri kami berdua, apa yang membuat kami harus ada di dalam ruangan ini, apa yang membuat kami berdua harus ada dalam kontestasi pemilukada 2024 dan dalam permenungan itu bahwa kami punya tiga syarat untuk ada di sana. Kami juga punya tiga syarat itu yang membuat kami minta untuk kami dipilih,” sambungnya.

Demikian Richard menjelaskan, ada tiga alasan utama yang mendorong mereka maju di Pilkada Manggarai Barat saat ini. Yang pertama, kata dia tahu masalah di Manggarai Barat. Kedua tahu mendapatkan solusi untuk masalah yang sudah mereka temukan. Selain itu mereka tahu jawaban dari masalah yang ditemukan tersebut.

Kemudian yang ketiga, jelas Richard, tahu bagaimana mengeksekusi solusi untuk menjawab masalah yang sudah ditemukan.

“Kalau kami tidak punya tiga hal ini, gila apa kami harus berdiri di sini dengan segala zona nyaman yang kami punya,” cetusnya.

“Kami merasa terpanggil untuk menjadi final decision maker pengambil keputusan akhir dari setiap problem yang ada di wilayah ini. Nah itulah yang membuat kami mengapa berdiri di depan mama, bapa, opa, oma, kami mau menyampaikan bahwa kami tidak kaleng-kaleng juga” tegasnya.

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru