Terkuak Rekaman CCTV, Pemotor Asal Jakarta Tewas Mengenaskan di Labuan Bajo

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Suasana malam yang tenang di Labuan Bajo mendadak mencekam. Seorang pemuda asal Jakarta ditemukan tergeletak bersimbah darah setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, tepat di depan Kantor KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Labuan Bajo, Rabu (22/10/2025) malam.

Korban diketahui bernama Kelvin Hanjaya (23), warga Jakarta Barat, yang bekerja sebagai pengurus Kapal Pinisi Kantaka—kapal wisata yang beroperasi di perairan Labuan Bajo.

Menurut keterangan warga sekitar, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 23.50 Wita. Warga sempat dikejutkan oleh suara benturan keras dari arah jalan utama. Saat mereka bergegas keluar rumah, pemandangan mengerikan terlihat di depan mata: korban sudah tergeletak di tepi pembatas jalan dengan kondisi mengenaskan, sementara motornya terpental sejauh beberapa meter dari lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benturannya sangat keras, kami kira ada tabrakan. Tapi ternyata motor tunggal. Korban sudah tidak bergerak,” ungkap Usman, seorang warga yang pertama kali tiba di lokasi.

Tak lama berselang, warga bersama anggota Satlantas Polres Manggarai Barat datang mengevakuasi korban yang sudah tidak sadarkan diri ke RS Siloam Labuan Bajo. Namun kondisi korban yang mengalami luka berat di bagian kepala membuat nyawanya tak tertolong.

Diduga Mabuk dan Tidak Gunakan Helm

Dihimpun, korban diduga berkendara dalam keadaan mabuk berat dan tidak mengenakan helm. Luka parah di bagian kepala belakang sebelah kiri diduga akibat benturan keras dengan pembatas jalan beton.

Motor yang dikendarai korban, Yamaha NMAX 155 dengan nomor polisi B 4227 BWY, mengalami ringsek berat di bagian depan. Bekas darah tampak menggenang di badan jalan sesaat setelah kejadian.

Korban yang lahir di Jakarta pada 3 Desember 2001 itu dikenal ramah dan pekerja keras oleh rekan-rekannya di Kapal Pinisi Kantaka. Selama beberapa bulan terakhir, ia menetap di Labuan Bajo untuk bekerja di kapal wisata tersebut yang beroperasi sejak Juli 2025.

“Kami tahu pagi-pagi sekitar jam enam. Dapat kabar dari teman, katanya Kelvin kecelakaan dan meninggal dunia,” ungkap Yufen, Kapten Kapal Kai, rekan satu manajemen dengan kapal Kantaka, kepada GBRNews.id, Kamis siang di RSUD Komodo.

Detik-Detik Terekam CCTV

Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima redaksi GBRNews.id, insiden maut itu terjadi pada pukul 23:36:44 Wita. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat suasana jalan sepi. Korban melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pertamina Pasar Baru menuju Lampu Merah Langka KB.

Berikut Rekaman video CCTV

Beberapa detik kemudian, motor yang dikendarai korban terlihat oleng lalu menghantam keras pembatas jalan. Tubuh korban terpental dan membentur pohon di pinggir jalan sebelum jatuh ke badan aspal. Tak lama setelahnya, beberapa kendaraan melintas nyaris menabrak jasad korban yang tergeletak di tengah jalan.

Jenazah Diterbangkan ke Jakarta

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Kelvin dibawa ke RSUD Komodo untuk proses pembekuan dan pemulasaraan. Pihak manajemen Kapal Pinisi Kantaka melalui Adel, pimpinan manajemen kapal, memilih enggan berkomentar banyak terkait insiden yang menewaskan salah satu kru terbaiknya itu.

Pantauan GBRNews.id, sejak siang hari keluarga dan rekan kerja korban silih berganti mendatangi RSUD Komodo untuk memberikan penghormatan terakhir. Sekitar pukul 16.00 Wita, jenazah dibawa menuju Bandara Komodo, dan pada pukul 18.55 Wita diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan. Namun dugaan kuat sementara, korban tewas akibat laju tinggi dalam kondisi mabuk dan tanpa helm. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru