DKPP Mabar: Warloka Dipoles Jadi Kampung Nelayan Modern, Tradisi Pasar Barter Tetap Lestari

- Redaksi

Kamis, 5 Juni 2025 - 04:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id – Program nasional Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat.

Kepala DKPP Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, mengapresiasi penuh kehadiran program ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis mendorong kemajuan ekonomi nelayan lokal sekaligus memperkuat posisi Warloka sebagai kampung maritim kelas dunia.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program Kampung Nelayan Merah Putih. Ini kesempatan besar bagi Warloka untuk tumbuh secara infrastruktur dan ekonomi, tanpa meninggalkan budaya lokalnya,” kata Fatinci Reynilda kepada Gbrnews.id, Rabu (4/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski pembangunan dilakukan, Fatinci Reynilda menegaskan bahwa identitas budaya Warloka tidak akan terganggu, terutama tradisi pasar barter yang telah berlangsung ratusan tahun.

“Perubahan hanya dilakukan secara fisik pada pasar serta penambahan fasilitas pariwisata. Karakter Pasar Warloka sebagai pasar barter tetap dipertahankan,” ujarnya.

Setiap hari Selasa, Pasar Warloka tetap hidup sebagai ruang interaksi ekonomi antara nelayan dan petani. Uang bukan alat utama; masyarakat bertukar barang sesuai kebutuhan seperti ikan, beras, pisang, sayuran, hingga hasil bumi lainnya.

Dalam menyambut pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, DKPP Mabar juga membekali masyarakat dengan berbagai pelatihan dan pendampingan teknis.

“Saat ini kita tengah membimbing masyarakat yang memiliki kapal nelayan untuk lengkapi surat-surat, baik warga Warloka Pesisir maupun kapal-kapal dari desa tetangga yang akan bersandar atau mengisi BBM di pelabuhan. Mereka juga dibekali bimbingan dan pelatihan untuk menjaga sarana prasarana serta ekosistem laut ke depan, khususnya para nelayan,” jelas Kadis Fatinci Reynilda.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono di dampingi Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dan Kepala DKPP Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, saat memberikan keterangan pers kepada media di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Selasa (3/6/2025) sore. [Foto Rino/Gbrnews]
Sebelumnya, kehadiran sarana penunjang seperti SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan) sempat ditolak sebagian warga karena keterbatasan informasi. Namun setelah diberikan penjelasan, dukungan pun mengalir.

“Itu hanya miskomunikasi. Mereka belum paham konsep pembangunan yang disiapkan. Setelah dijelaskan, ternyata masyarakat mendukung penuh,” tambahnya.

DKPP Manggarai Barat telah menyusun konsep pembangunan berbasis kolaborasi antara nasional dan kearifan lokal. Kampung nelayan modern akan dilengkapi dermaga, SPBUN, cold storage, serta fasilitas penunjang pariwisata—namun tetap memberi ruang bagi budaya lokal dan narasi sejarah.

Pernyataan ini senada dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang dalam kunjungan langsungnya ke Desa Warloka pada Selasa (3/6/2025), menegaskan bahwa Warloka sangat layak dikembangkan karena mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan dan lokasinya berada di jalur strategis pariwisata Labuan Bajo. (*)

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru