Ranperda Pangan Manggarai Barat: Suara Orang Muda Jadi Kekuatan Baru

- Redaksi

Senin, 5 Mei 2025 - 13:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Konsorsium Pangan Bernas dan Multy Stakeholder Forum (MSF) Kabupaten Manggarai Barat, menggelar Konsultasi Publik akan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Pangan di Kabupaten Manggarai Barat. Masukan orang muda, menjadi hal yang penting dalam konsultasi ini.

Pentingnya masukan orang muda dalam naskah akademik Ranperda tentang Sistem Pangan di Manggarai Barat, ini disampaikan Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, pada kegiatan Konsultasi Publik, yang digelar di Ballroom Cakrawala Hotel Zasgo Labuan Bajo, Senin (05/05/2025).

“Orang-orang muda harus memanfaatkan momen ini dengan maksimal. Harus ada banyak masukan yang bersumber dari orang-orang muda dalam naskah akademik ini,” pinta Kaban Peter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masukan orang-orang muda dalam naskah akademik ini menjadi penting, lanjut Kaban Peter, sebab orang-orang muda adalah lokomotif yang akan menjadi penggerak sistem pangan di Manggarai Barat.

Lebi dari itu, kata Kaban Peter, regulasi yang mengatur tentang Sistem Pangan di Kabupaten Manggarai Barat, ini harus betul-betul mempresentasikan suara-suara orang muda.

“Karena itu, sekali lagi saya sangat berharap agar orang-orang muda dapat memberikan masukan terhadap naskah akademik yang sudah disusun ini,” kata Kaban Peter.

Naskah akedemik terkait Sistem Pangan yang sudah disusun ini, lanjut Kaban Peter, merupakan hal yang sangat penting, karena bersentuhan dengan perkembangan Manggarai Barat ke depanya.

Lebih lanjut Kaban Peter menegaskan bahwa Manggarai Barat punya potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan demi terwujudnya sistem pangan.

Untuk memanfaatkan berbagai potensi itu maka keberadaan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah, menjadi penting.

Diskusi Publik tentang Naskah Akademik Sistem Pangan Manggarai Barat, ini juga menghadirkan 4 orang anggota Bapemperda DPRD Manggarai Barat, yaitu Kanisius Jehadut, Marten Warus, Anton Aron dan Dewi Suryani.

Marten Warus, pada kesempatan itu memberi apresiasi terhadap Koalisi Pangan Bernas yang memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Sebab menurutnya, selama ini inisiasi untuk menyusun regulasi dalam bentuk peraturan daerah, hanya dari pemerintah, apakah eksekutif atau legislative.

Penegasan yang sama juga disampaikan oleh Kanisius Jehabut, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra.

“Kegiatan hari ini bagus sekali. Sebab inisiatif untuk menyusun Peraturan Daerah, tidak hanya datang dari DPRD dan Pemerintah. Tapi juga dari LSM,” ucap Kanisius.

Konsorsium Pangan Bernas dan Multy Stakeholder Forum (MSF) Kabupaten Manggarai Barat, menggelar Konsultasi Publik akan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Pangan di Kabupaten Manggarai Barat, di Ballroom Cakrawala Hotel Zasgo Labuan Bajo, Senin (05/05/2025).

Baik Marten Warus maupun Kanisius, menyampaikan terima kasih kepada Koalisi Pangan Bernas atas inisiasi penyelenggaraan kegiatan ini.

“Atas nama DPRD Manggarai Barat secara lembaga, kami menyampaikan terima kasih,” ujar keduanya, seraya berharap agar semangat orang-orang muda untuk terjun ke dunia pertanian terus digalakkan.

Konsultasi Publik Naskah Akademik Sistem Pangan Manggarai Barat, difasilitasi oleh Koalisi Pangan Bernas dan Multy Stakeholder Forum (MSF) Manggarai Barat.

Ferdy Mau Manu, perwakilan dari Koalisi Pangan Bernas menegaskan bahwa kegiatan ini diselengarakan untuk merumuskan kebijakan system pangan daerah Kabupaten Manggarai Barat yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain anggota Bapemperda DPRD, hadir pula pada kegiatan ini sejumlah pimpinan perangkat daerah yang dilibatkan dalam Multy Stakaholder Forum. Hadir pula Gunawan, selaku penyusun naskah akademik Rancangan Perad tentang Sistem Pangan di Kabupaten Manggarai Barat. (*)

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru