Borong, GBRNews.id –Flora Yanti Damul (35), seorang ibu rumah tangga di Kampung Toka, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, NTT, menjalani hidup penuh perjuangan. Sejak suaminya merantau ke Bali beberapa tahun lalu, ia harus bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan tiga anaknya.
Tantangan semakin berat karena anak keduanya, Felicia (4), adalah penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus. Sementara anak pertamanya masih berusia tujuh tahun dan si bungsu baru menginjak dua tahun.
“Saya tidak bisa hanya diam. Anak-anak butuh makan, sekolah dan Felicia butuh perawatan khusus,” ujar Flora kepada Gbrnews.id, Kamis (20/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Felicia lahir dengan keterbatasan fisik yang memerlukan terapi dan perawatan rutin, namun penghasilan Flora sebagai buruh harian sering kali tak mencukupi.
Bahkan, ibu tiga anak itu mengisahkan, sewaktu ia tak punya uang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, ia rela meminjam ke tetangga ataupun keluarga demi bertahan hidup.
Tak hanya itu, demi pengobatan putrinya, ia rela menjual sebidang tanah dan menggadaikan sawah keluarga. Meski demikian, kondisi Felicia belum menunjukkan perubahan signifikan.
“Kami hidup sederhana, kadang makan seadanya. Tapi yang paling saya pikirkan adalah kesehatan dan pendidikan anak-anak, terutama Felicia,” tuturnya.
Di tengah perjuangannya seorang diri, Flora tak henti berdoa kepada Sang Pemberi Nafas Kehidupan agar dirinya dan ketiga anaknya selalu diberikan kesehatan.
Meski hidup dalam keterbatasan, Flora tak pernah kehilangan semangat. Ia berharap ada uluran tangan dari pemerintah atau para dermawan yang bersedia membantu, baik untuk biaya pengobatan Felicia maupun modal usaha kecil agar ia bisa memiliki penghasilan lebih stabil.
“Saya ingin anak-anak saya punya masa depan yang lebih baik. Saya tidak ingin mereka merasakan kesulitan seperti saya,” ungkap ibu tiga anak itu penuh harap.
Di balik kerja kerasnya yang tak kenal lelah, Flora menanti tangan-tangan baik yang mau membantunya. Demi masa depan yang lebih cerah bagi anak-anaknya, ia akan terus berjuang. (*)
Penulis : Nardin Lonnista
Editor : Redaksi










