Labuan Bajo, GBRNews.id –Pemerintah Desa Golo Tantong tak tinggal diam saat mengetahui kondisi salah satu warganya, Sunarti Wahyunita (18), yang tengah berjuang melawan tumor hati, tumor ginjal dan batu empedu. Dukungan penuh diberikan, termasuk bantuan transportasi untuk proses rujukan medis ke luar daerah.
Kepala Desa Golo Tantong, Vinsensius Swedi atau yang akrab disapa Kades Sensi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menganggarkan dana untuk pengobatan warga yang sakit, tetapi juga memastikan biaya rujukan Sunarti terpenuhi.
“Setiap tahun, kami selalu menyediakan anggaran untuk membantu warga yang membutuhkan perawatan, baik yang mendadak maupun yang sudah lama sakit. Begitu juga dengan Sunarti, kami pastikan tidak ada yang terlewatkan dalam proses rujukannya,” kata Kades Sensi, kepada Gbrnews.id, Senin (17/2/2025) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam percakapan di ruang kerjanya, Kades Sensi menyampaikan bahwa pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinsos, Bupati Manggarai Barat dan Pimpinan DPRD untuk mendukung langkah-langkah agar Sunarti mendapatkan perawatan terbaik.
“Kami akan mengajukan surat permohonan resmi agar pengobatan Sunarti mendapatkan perhatian lebih dan ia bisa melanjutkan cita-citanya,” tambahnya.
Di balik semangat pemerintah desa, ada kenyataan pahit yang tak bisa dihindari. Orang tua Sunarti hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit, apalagi membiayai pengobatan yang terus berlanjut.
“Kami tahu betapa berat beban keluarga ini, apalagi untuk biaya pengobatan Sunarti. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk membantu dalam bentuk doa maupun donasi, agar Sunarti bisa segera mendapatkan kesembuhan,” ungkap Kades Sensi penuh harap.
Diberitakan sebelumnya, Sunarti Wahyunita (18), siswi kelas 3 SMAN 1 Sano Nggoang, dikenal sebagai murid yang tekun dan penuh semangat. Namun, di balik kegigihannya dalam menuntut ilmu, ia harus menghadapi cobaan berat.
Sunarti kini berjuang melawan tumor hati, tumor ginjal dan batu empedu yang membuatnya harus keluar-masuk rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir.
Awal Mula Penyakit
Kisah perjuangan Sunarti dimulai sejak 2022, saat ia masih duduk di kelas 3 SMP.
“Waktu itu, dokter mendiagnosa dia menderita Tuberkulosis (TBC). Kami sangat terpukul, tapi tetap berusaha kuat. Ia dirawat di RSUD Komodo selama beberapa waktu hingga akhirnya sembuh,” kenang Siti Anafia, ibu kandungnya kepada Gbrnews.id, Senin (17/2/2025).
Namun, kebahagiaan itu hanya sementara. Pada 20 November 2023, Sunarti kembali jatuh sakit.
“Ia mengeluh sakit saat buang air kecil. Kami bawa ke puskesmas, dan ternyata ia mengalami infeksi saluran kemih. Untungnya, pengobatan berjalan baik dan dia kembali sehat,” lanjut sang ibu.
Sayangnya, ujian terus berdatangan. Maret 2024, Sunarti mengalami kerontokan rambut yang sangat parah.
“Kami panik. Rambutnya rontok banyak sekali, dan tubuhnya mulai lemas. Kami hanya bisa berusaha semampu kami, tapi kondisinya semakin memburuk,” kata Siti Anafia.
Hasil Diagnosa dan Rujukan Lanjutan
Setelah menjalani pemeriksaan USG Complete Abdomen, dokter mendiagnosa Sunarti menderita tumor hati, tumor ginjal dan batu empedu.
Kondisinya yang semakin melemah membuat dokter menyarankan agar ia segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap, seperti di Bali, Surabaya atau Jakarta.
Kondisi Keluarga
Sunarti merupakan putri bungsu dari pasangan Mustafa (53) dan Siti Anafia (53). Ia memiliki seorang kakak, Muhamad Julkarnaen (23).
Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan terbatas, sehingga biaya pengobatan Sunarti menjadi beban yang sangat berat bagi keluarga.
Siti Anafia, ibu Sunarti, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kondisi putrinya.
“Setiap malam, saya sulit tidur karena memikirkan Sunarti. Dia selalu mengeluh kesakitan, tetapi tetap berusaha tersenyum agar kami tidak khawatir,” ujarnya lirih.
Ia juga menambahkan bahwa Sunarti memiliki tekad yang kuat untuk terus belajar. Meskipun kondisinya semakin lemah, ia tetap ingin menyelesaikan pendidikannya.
“Semangat belajarnya tinggi sekali. Dengan kondisi ini, ia tetap memaksa ke sekolah,” ungkap Siti Anafia.
Keluarga Sunarti baru saja mendapat bantuan rehab rumah dari Pemerintah Desa Golo Tantong pada tahun 2024. Meski bersyukur, mereka masih berharap uluran tangan untuk biaya pengobatan Sunarti.
“Kami sangat berharap ada yang membantu agar Sunarti bisa mendapatkan perawatan terbaik dan kembali sehat seperti sedia kala,” ujar sang ibu penuh harap.
Bagi yang ingin membantu, bisa menghubungi keluarga Sunarti melalui kontak 082259775893 (Pasien Sunarti) dan 082241811568 (Julkarnaen, Kakak Kandung). Donasi dapat dikirim ke Bank BRI atas nama Siti Anafia dengan nomor rekening 472801075948532 atau mengunjungi langsung kediaman mereka di Kampung Tenda, Desa Golo Tantong, Kecamatan Mbeliling.
Setiap uluran tangan akan menjadi harapan baru bagi Sunarti. (*)
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










