Gubernur NTT Minta Polisi Hentikan Operasi Miras Lokal

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025 - 11:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) NTT untuk menghentikan sementara operasi penertiban minuman keras (miras) lokal di seluruh wilayah NTT.

Langkah itu diambil setelah Gubernur Melki berkomunikasi langsung dengan Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, menyusul meningkatnya reaksi publik terhadap razia miras tradisional seperti sopi dan moke.

“Soal operasi miras, saya sudah bicara dengan Wakapolda. Kita minta supaya duduk bersama berbagai pihak,” ujar Melki, Senin (10/11/2025) petang, dikutip dari VoxNTT.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Melki menegaskan, sebelum operasi dilanjutkan, pemerintah bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat perlu menggelar dialog bersama. Dialog tersebut akan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat untuk mencari solusi terbaik terkait produksi dan peredaran miras lokal di NTT.

“Operasi ini kita hentikan dulu sampai ada kesepakatan bersama. Tadi kami sudah bicara, semua distop dulu,” tegasnya.

Keputusan ini diambil setelah muncul aksi demonstrasi di Maumere yang menolak razia miras lokal.

“Tadi kita sudah bicara, jadi untuk sementara semua sudah distop, karena takut nanti ramai kayak kemarin,” kata Melki.

Menurut Gubernur, penghentian sementara ini penting untuk mencegah potensi gesekan sosial dan memberi waktu bagi semua pihak untuk mencari langkah terbaik dalam mengatur produksi serta distribusi miras lokal.

“Kita akan duduk diskusi dulu, untuk mengatur kembali soal produksi sampai dengan penggunaan miras dengan baik,” ujarnya.

Melki menegaskan, dialog publik menjadi langkah utama agar kebijakan pemerintah terkait miras tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Kita akan lakukan dialog publik dulu. Setelah itu baru kita putuskan bersama,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi terhadap miras lokal. Namun kini, operasi tersebut resmi dihentikan sementara hingga pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mencapai kesepakatan melalui dialog terbuka. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru