LABUAN BAJO, GBRNews.id –Indonesia Financial Group (IFG) Holding BUMN di sektor Asuransi, Penjaminan, dan Investasi — kembali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Komitmen itu diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyasar empat pilar penting: pendidikan, kebudayaan, sosial, dan lingkungan. Seluruh anggota holding IFG seperti Jasa Raharja, Jamkrindo, Askrindo, Jasindo, hingga IFG Life turut bergerak bersama.
Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, IFG berkolaborasi dengan Bajo Talk Foundation menggelar Youth Fest 2025 sebagai wadah mendorong peran dan kreativitas pemuda Manggarai Barat. Salah satu rangkaian utamanya adalah Talk Show Pemuda Berdampak yang berlangsung di Puncak Waringin, Labuan Bajo, dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Chrispin Mesima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan IFG, Nenden Karnia, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program TJSL IFG dan seluruh anggota holding.

“Melalui Youth Fest 2025 bertema Pemuda Berdampak, kami berharap semakin banyak pemuda-pemudi yang bisa memberi kontribusi positif, baik untuk lingkungan sosial maupun pengembangan ekonomi di Manggarai Barat,” ujarnya, Jumat (14/11).
Puluhan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pelaku seni mengikuti talk show yang menghadirkan empat narasumber muda inspiratif: Jovandi (Owner Tapa-Tapa), Ayuni Praise (Sanggar Tate Kind Art), Ge Karno (Founder Bajo Talk Foundation), dan Ari Putra (Kawan Bike).
Para peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi dan menyerap pengalaman para narasumber mulai dari dunia usaha, seni, pemberdayaan SDM, hingga isu lingkungan — lengkap dengan kiat praktis yang dapat mereka terapkan.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Chrispin Mesima menyampaikan penghargaan atas konsistensi IFG dan Bajo Talk Foundation menyelenggarakan Youth Fest selama tiga tahun berturut-turut.
“Kegiatan ini tidak lahir begitu saja, tetapi melalui pemikiran panjang dan kerja kreatif yang luar biasa. Terima kasih juga untuk karya-karya Bajo Talk yang menginspirasi generasi muda di Manggarai Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan IFG sangat membantu pengembangan kreativitas pemuda daerah.
“Tanpa dukungan IFG, mungkin banyak ide kreatif yang tidak bisa diwujudkan,” tegasnya.
Chrispin berharap kehadiran talk show ini memberi manfaat nyata bagi pemuda, baik yang hadir langsung maupun yang menonton melalui siaran Bajo Talk.
Founder Bajo Talk Foundation, Ge Karno, menyoroti bahwa banyak pemuda Manggarai Barat masih ragu untuk memulai langkah, terutama di dunia bisnis.
“Masalah utamanya adalah kurangnya keberanian untuk memulai. Banyak yang bertanya bagaimana cara memulai dan bagaimana tetap konsisten,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti fenomena maraknya bisnis di Labuan Bajo yang dikelola pendatang. Youth Fest diharapkan mampu menjadi bukti bahwa pemuda lokal punya potensi yang sama besarnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda asli Manggarai Barat juga bisa membangun usaha dan mandiri secara finansial,” tegasnya.

Youth Fest 2025 tidak hanya menghadirkan talk show. Acara ini juga diramaikan dengan pameran UMKM serta kolaborasi seni antara pelajar dan pemuda, mulai dari tarian, musik band, hingga teater.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa dengan ruang kreatif yang tepat, kolaborasi, dan keberanian, pemuda Manggarai Barat siap menjadi tuan rumah yang berdaya di tanahnya sendiri. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










