LABUAN BAJO, GBRNews.id — Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, langsung tancap gas pada hari pertama masa jabatannya. Di hadapan Sekjen PSSI Pusat, Yunus Nusi, Yono secara tegas meminta agar PSSI membantu menghadirkan stadion representative di Labuan Bajo demi mendukung akselerasi pembinaan sepak bola dan geliat olahraga di daerah super prioritas wisata tersebut.
Permintaan itu disampaikan Yono sesaat setelah dirinya resmi kembali memimpin PSSI Manggarai Barat periode 2025–2029, dalam acara pengukuhan yang berlangsung di Zasgo Hotel, Labuan Bajo, Jumat malam (28/11/2025). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua PSSI NTT, Chris Mboeik.
Acara berlangsung meriah, dihadiri Sekjen PSSI Pusat Yunus Nusi, jajaran PSSI NTT, Sekda Manggarai Barat, Forkopimda, hingga pelaku sepak bola lokal. Kehadiran para tokoh ini mengisyaratkan kuatnya dukungan bagi kepengurusan PSSI Mabar yang baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PSSI NTT, Chris Mboeik, dalam sambutannya menegaskan bahwa Manggarai Barat memiliki potensi besar untuk menjadikan sepak bola sebagai destinasi baru yang berkelindan dengan pariwisata.
“Manggarai Barat adalah daerah super prioritas. Kita tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga perlu menciptakan destinasi baru, salah satunya melalui sepak bola,” tegasnya.
Chris juga menyebut bahwa geliat sepak bola di Labuan Bajo memiliki daya tarik tersendiri bagi publik nasional, sehingga kehadiran stadion bertaraf internasional sangat mendesak.
“Sepak bola hari ini bukan hanya mempersatukan, tetapi menjadi sumber penghidupan. Jika kita memiliki stadion standar, dampaknya terhadap PAD akan besar. Ini perlu kolaborasi antara PSSI dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Marianus Yono Jehanu dikenal sebagai mantan pemain Persamba yang tumbuh bersama sepak bola Manggarai Barat. Pengalaman panjangnya di lapangan membuatnya peka terhadap kebutuhan pembinaan pemain, terutama usia dini.
Di luar sepak bola, Yono juga merupakan Kepala Desa Batu Cermin. Sosoknya dikenal tegas, terbuka, dan dekat dengan masyarakat—kombinasi ideal dalam memimpin PSSI Mabar untuk periode kedua.
Dalam pidato perdananya, Yono menegaskan akan melanjutkan program yang sempat terhambat pada periode sebelumnya, terutama: Pengembangan pemain usia dini, Peningkatan kualitas pelatih (lisensi D, C, B, A), dan Penguatan kompetisi berjenjang.
Ia juga menjelaskan bahwa penunjukan ketua PSSI kini mengikuti regulasi baru PSSI, yakni melalui penunjukan langsung tanpa kongres—hal yang menurutnya mengharuskan kerja lebih cepat dan terukur.
Yono menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang selama ini mendukung pembinaan sepak bola, dan berharap sinergi makin diperkuat pada periode kedua.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Manggarai Barat atas dukungan di periode pertama. Pada periode ini, kami butuh kerja sama lebih erat lagi,” ujarnya.
Di hadapan Sekjen PSSI Pusat, Yono menyoroti kembali persoalan mendasar: Manggarai Barat belum memiliki stadion berstandar nasional ataupun internasional.
“Ini tantangan besar. Kita harus memiliki stadion yang layak. Dengan dukungan semua pihak, saya percaya mimpi ini bisa terwujud,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Yono mengajak seluruh pengurus PSSI untuk bekerja lebih inovatif, meninggalkan pola lama, dan fokus pada hasil. Ia optimistis kepengurusan periode kedua ini mampu menghadirkan perubahan nyata bagi perkembangan sepak bola Manggarai Barat. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










