LABUAN BAJO, GBRNews.id –Ajang balap sepeda internasional Tour de EnTeTe 2025 resmi menutup rangkaian 10 etape dengan garis finis megah di depan Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Minggu (21/9/2025) sore.
Puluhan pebalap lintas negara menaklukkan etape pamungkas sejauh 136,6 kilometer dari Ruteng, Kabupaten Manggarai menuju Labuan Bajo hanya dalam waktu sekitar empat jam. Sorak-sorai penonton pecah di garis finis. Teriakan histeris, tepukan tangan, hingga semprotan air dari mobil tangki menyambut kedatangan para pebalap.
Balapan bergengsi ini menempuh total jarak 1.500 kilometer mengelilingi Nusa Tenggara Timur, dimulai dari Kota Kupang pada 10 September lalu, melintasi Pulau Timor, Sumba, Flores, hingga berakhir di Labuan Bajo sebagai destinasi superprioritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pebalap Aljazair Jadi Kampiun
Drama di etape terakhir berujung pada kemenangan pebalap asal Aljazair, Youcef Reguigui, yang merebut juara pertama dengan catatan waktu 3 jam 49 menit 1 detik. Ia mengungguli dua pebalap asal Filipina, Emanuel Dave Samonte Montemayor di posisi kedua dan Ronnilan Villa Quita di posisi ketiga.
Dari kategori lain, Muhamad Herlangga (Nusantara BYC, Indonesia) dinobatkan sebagai Best Indonesian Rider setelah konsisten tampil sebagai raja tanjakan di tujuh etape awal. Sementara bintang muda Muhamad Syelhan Nurahmat (Garuda Development) kembali mengukuhkan diri sebagai Best Young Rider, usai memecah rekor prestasi di etape 9.

Hadiah Disorot
Meski berlangsung meriah, publik justru menyoroti besaran hadiah yang diberikan. Total hadiah yang dibagikan hanya Rp34 juta, dengan rincian juara 1 sebesar Rp12,5 juta, juara 2 Rp8 juta, juara 3 Rp5 juta, Best Indonesian Rider Rp5 juta dan Best Young Rider Rp3,5 juta.
Di media sosial, warganet menyebut angka tersebut tidak sebanding dengan pengorbanan para pebalap yang menempuh ribuan kilometer, apalagi jika dibandingkan dengan harga sepeda balap profesional yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Sudah capek, hadiahnya kalah jauh sama harga sepedanya. Kasian bulenya,” tulis salah satu pengguna X dengan nada satir.
Apresiasi Pemerintah
Meski ada kritik, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, tetap mengapresiasi sukses penyelenggaraan ajang internasional ini.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mulai dari penyelenggara, kementerian, pemerintah daerah, sponsor, hingga masyarakat NTT yang turut menyukseskan acara ini. Tahun depan, ini akan kembali digelar dengan lebih meriah,” kata Gubernur.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerahnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan, dengan Labuan Bajo sebagai tuan rumah penutup.
“Kita patut berbangga karena Tour de Entete berakhir di Labuan Bajo. Event ini tidak hanya memperkenalkan NTT kepada Indonesia, tetapi juga kepada dunia,” ujarnya.
Tour de EnTeTe 2025 pun berakhir dengan catatan manis di garis finis Labuan Bajo, meski masih menyisakan kritik soal hadiah yang dinilai belum sepadan dengan skala internasional acara ini. **
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi










