LABUAN BAJO, GBRNews.id–Dentuman bola rotan di Lapangan Wae Kesambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, bukan sekadar adu ketangkasan. Open Turnamen Sepak Takraw Labuan Bajo 2025 menjelma jadi tontonan atraktif yang memikat wisatawan, menghadirkan semangat baru bagi geliat sport tourism di kota super premium ini.
Sejak laga pembuka, suasana lapangan selalu ramai. Sorak-sorai warga berpadu dengan decak kagum wisatawan yang terpukau menyaksikan aksi salto dan smash keras para pemain. Di sela pertandingan, turis lokal dan mancanegara tampak antusias mengabadikan momen dengan latar perbukitan dan langit senja khas Labuan Bajo.
Ketua Panitia, Rofinus Edison Risal atau akrab disapa Ichal, menyebutkan bahwa kegiatan ini sengaja dikemas untuk mendukung pariwisata daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Labuan Bajo bukan hanya soal keindahan laut dan pulau-pulau eksotis, tapi juga punya potensi besar lewat kegiatan olahraga seperti takraw. Cabang olahraga (Cabor) takraw punya nilai budaya, keindahan gerak, dan daya hibur yang kuat,” kata Ichal kepada GBRNews.id, Rabu (29/10) sore saat pertandingan berlangsung.
Turnamen ini tak sekadar ajang persaingan antar-klub, tapi juga menjadi momentum kebangkitan takraw Manggarai Barat menjelang Kejurda dan Porprov NTT yang akan digelar November 2025 mendatang. Sejumlah atlet lokal yang tampil di turnamen ini diproyeksikan memperkuat kontingen Mabar pada dua ajang tersebut.
Selain menyuguhkan pertandingan seru, event ini turut menggairahkan ekonomi warga sekitar. Lapangan yang biasanya sepi kini disulap jadi arena meriah. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa wisata ikut merasakan dampaknya.

“Sangat keren! Energinya luar biasa. Saya tidak menyangka ada event olahraga semenarik ini di Labuan Bajo,” ujar seorang wisatawan asal Spanyol, seperti diterjemahkan oleh Albert, pemandu wisata lokal di Labuan Bajo.
Pantauan media ini, pertandingan Skaters vs Media Labuan Bajo tengah berlangsung, disusul laga menarik antara WTDR vs Ine Ame. Suasana semakin panas, sorakan penonton terus menggema di sekitar lapangan.
Dengan kemasan sederhana, dukungan masyarakat, dan semangat atlet lokal yang tengah bersiap menuju Kejurda, turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa Labuan Bajo tak hanya indah untuk wisata, tetapi juga berpotensi besar sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia Timur. **
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi










