Labuan Bajo, GBRNews.id – Menyikapi situasi nasional yang kian panas dan berpotensi mengganggu stabilitas, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengambil sikap tegas: Labuan Bajo tidak boleh terseret arus anarkis.
Peringatan keras itu disampaikan Bupati Edi dalam rapat koordinasi Forkopimda bersama tokoh agama, ormas dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Minggu (21/8/2025). Rapat darurat ini digelar setelah gelombang demonstrasi DPR di Jakarta mulai merembes ke sejumlah daerah, termasuk Manggarai Barat.
Di hadapan para tokoh masyarakat, agama dan pelaku pariwisata, Bupati Edi juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir, meski rapat dilakukan di hari libur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita sadari bahwa di hari Minggu ini seharusnya kita beristirahat. Tapi karena kecintaan kita untuk daerah ini, untuk Labuan Bajo, akhirnya kita tinggalkan aktivitas kita. Sekali lagi, terima kasih,” ucapnya.
Rapat darurat ini menghadirkan Kapolres AKBP Kristian Kadang, Kajari Labuan Bajo, Ketua DPRD Beny Nurdin, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. yulianus Weng, Sekda Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, Ketua dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama, perwakilan Danlanal Labuan Bajo, perwakilan Dan Brimob, tokoh pemuda, ketua sejumlah Ormas, serta Ketua HPI dan Ketua ASITA yang mewakili pelaku pariwisata. Semua pihak sepakat mengambil langkah solutif untuk mengantisipasi dampak gelombang demo nasional.

- Agar seluruh masyarakat Manggarai Barat bijak menggunakan media sosial. Sebab media sosial memiliki kekuatan untuk menggerakkan massa dalam waktu yang singkat.
- Agar seluruh masyarakat dapat menjaga semua objek vital, sarana prasarana layanan publik secara mandiri dan segera melaporkan kepada pihak keamanan apa bila ada indikasi kegiatan yang mengancam stabilitas.
- Kepada pejabat pemerintahan, agar dapat menjaga dan mengontrol statement, supaya lebih bijak dan tidak mengedepankan ego.
- Agar seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, untuk secara sama-sama mendeteksi situasi yang terjadi di sekitar.
Rapat darurat Forkopimda itu ditutup dengan seruan lantang seluruh peserta.
“Mari bersama, menjaga kedamaian Manggarai Barat. Stop anarkis,” seru para tokoh secara bersama. (*)
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










