KUPANG, GBRNews.id – Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa, secara resmi menutup Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sepak Takraw Ke-XX tingkat Provinsi NTT tahun 2025 yang digelar di Pitoby Sport Center, Kota Kupang, Rabu (17/12).
Dalam sambutannya, Yunus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet yang telah berjuang dan membawa visi besar untuk masa depan sepak takraw di NTT.
Kejurda Ke-XX ini menjadi ajang spesial karena dilaksanakan di penghujung masa jabatan Yunus Takandewa sebagai Ketua Umum PSTI NTT. Beliau mengungkapkan rasa syukur karena meski sempat terhambat pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, PSTI NTT berhasil melaksanakan dua kali Kejurda di masa kepemimpinannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Sebagai Ketua Umum, saya mempersembahkan ajang Kejurda Ke-XX ini bersama seluruh jajaran pengurus. Kami telah berupaya maksimal meski dalam keterbatasan,” ujar Yunus di hadapan para atlet dari berbagai kabupaten seperti Manggarai Barat, Alor, Sabu Raijua, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.
Salah satu pengumuman penting dalam sambutan tersebut adalah upaya serius PSTI NTT untuk memasukkan cabang olahraga sepak takraw ke dalam kurikulum Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang pada tahun ajaran 2026.
Yunus menyatakan telah menjalin komunikasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT serta Kepala Sekolah SKO Flobamorata.
“Mereka menyatakan kesediaan untuk menerima calon-calon atlet terbaik sepak takraw. Ini adalah langkah agar pembinaan atlet kita lebih terstruktur dan profesional,” tambahnya.
Yunus menekankan bahwa Kejurda ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang pemetaan potensi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT akan bertindak sebagai salah satu tuan rumah.
”Saya melihat potensi luar biasa dari adik-adik atlet. Kita harus bertekad agar sepak takraw bisa menyumbangkan medali emas bagi NTT di PON 2028. Pulanglah dan berlatihlah lebih keras, karena tantangan ke depan sebagai tuan rumah akan lebih besar,” tegasnya.
Terkait masa jabatannya yang akan berakhir, Yunus menyampaikan bahwa Musyawarah Provinsi (Musprov) PSTI NTT akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat untuk memilih kepengurusan baru.
Ia berharap pengurus selanjutnya dapat melanjutkan perjuangan dalam pengadaan fasilitas lapangan sepak takraw yang lebih memadai dan berbasis kabupaten/kota.

”Pertandingan hanya ada di dalam lapangan. Di luar lapangan, kita semua adalah saudara. Mari kita jaga sportivitas dan semangat untuk memajukan olahraga NTT,” tutup Yunus yang disambut riuh tepuk tangan para atlet. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










