LABUAN BAJO, GBRNews.id – Kaper FC berhasil mengamankan tiket ke babak 8 besar Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 setelah menyingkirkan PS Batu Tiga melalui drama adu penalti di Stadion Komodo, Labuan Bajo, Senin (31/8/2026) sore.
Pertandingan babak 16 besar yang berlangsung sekitar pukul 16.00 Wita itu berjalan sengit sejak menit awal. Kaper FC langsung tampil menekan dengan dukungan penuh dari suporternya yang memadati sisi lapangan.
PS Batu Tiga tak tinggal diam. Tim yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman dan bertabur bintang sepak bola NTT seperti Charles Buru, Basten Due, Zainal Muhammad, Yoris Nono dan kawan-kawan berusaha keluar dari tekanan dan membangun serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua tim sama-sama memiliki sejumlah peluang. Namun, kokohnya lini pertahanan membuat tidak satu pun peluang berhasil dikonversi menjadi gol.
Hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Jual beli serangan terjadi. Kaper FC mencoba membongkar pertahanan PS Batu Tiga melalui lini tengah, sementara serangan dari kedua sisi sayap menjadi salah satu pola permainan yang diandalkan.
Kapten Kaper FC, Riano Jasar (16) yang akrab disapa Balo, tampil agresif. Ia beberapa kali menjadi penerobos pertahanan PS Batu Tiga.
Dari sisi sayap, Kaper FC mengandalkan Roy Djawa (7) dan Reus Foju (10) untuk memberikan tekanan dari sektor luar.
Sementara di lini belakang, Arka Odje (12) sebagai bek kiri, Ance (12) bek kanan, Ronal (5) center back, serta Liston Muga sebagai gelandang bertahan bekerja keras meredam serangan PS Batu Tiga.
Penampilan gemilang juga ditunjukkan kiper Kaper FC, Jhon Watu. Ia beberapa kali menjadi penyelamat tim dengan menggagalkan tendangan PS Batu Tiga, baik dari jarak dekat maupun tembakan jarak jauh.
Meski kedua tim terus berusaha mencetak gol hingga menit-menit akhir, kebuntuan tidak kunjung terpecahkan.
Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang.
Karena kedua tim sama-sama gagal mencetak gol selama waktu normal, pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu tendangan penalti berdasarkan kesepakatan kedua manajemen tim dan panitia.
Drama dari titik putih pun dimulai.
Liston Muga (92) menjadi penendang pertama Kaper FC dan sukses menjalankan tugasnya. Namun, penendang kedua, Ronal (5), gagal setelah tendangannya berhasil ditepis kiper PS Batu Tiga.
Kaper FC kembali mendapat angin segar setelah Balo (16) sukses mencetak gol. Arsen (18) kemudian ikut menuntaskan eksekusinya dengan sempurna. Penendang kelima, Eman Dopo (4), juga berhasil mencetak gol.
Sementara dari kubu PS Batu Tiga, Yuro gagal menjalankan tugasnya sebagai penendang pertama. Zainal kemudian sukses mencetak gol, disusul Yoko yang juga berhasil.
Namun, Hero gagal pada eksekusi berikutnya.
Hasil tersebut memastikan Kaper FC memenangkan drama adu penalti dan melaju ke babak 8 besar Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026.
Kaper FC tampil di bawah asuhan Head Coach Budi Sudarsono, mantan penyerang Timnas Indonesia, yang didampingi Coach Ciu Kleopas.
Coach Chiu Kleopas dipercaya mengarahkan langsung skuad Kaper FC dari pinggir lapangan. Ia mampu menjaga mental dan kepercayaan diri pemain hingga Kaper FC berhasil melewati pertandingan yang penuh tekanan tersebut.
Usai pertandingan, Coach Chiu Kleopas mengatakan kedua tim telah memberikan penampilan maksimal. Menurutnya, salah satu faktor pembeda dalam pertandingan tersebut adalah motivasi.
“Kalau menurut saya itu, pertandingan tadi itu mungkin lebih ke perbedaan motivasi. Kedua tim itu bermain maksimal,” ungkapnya kepada GBRNews.id.
Selain materi pemain, ia menyebut dukungan suporter menjadi salah satu kekuatan Kaper FC.
“Keunggulan Kaper itu, selain materi permainan juga mendapat dukungan dari suporter,” katanya.
Namun, Coach Chiu juga menyoroti sejumlah insiden yang terjadi selama pertandingan. Ia menilai beberapa situasi di lapangan tidak terlepas dari keputusan wasit yang menurutnya kurang jeli.
“Ada beberapa kejadian tadi. Kalau menurut saya itu yang sebenarnya pemicu utamanya bukan dari pemain. Sebenarnya pemicunya itu dari wasit yang kurang jeli, atau mungkin di bawah tekanan. Ya, itu mungkin tanggung jawabnya kita untuk menganalisa itu nanti,” ujarnya.
Ia menilai kedua tim telah bermain luar biasa. Namun, menurutnya, sejumlah keputusan wasit turut memengaruhi situasi di tribun penonton.
“Pada dasarnya, kedua tim itu bermain luar biasa. Hanya saja bahwa ya, hal yang kita tidak bisa kontrol kan penonton. Penonton itu sebenarnya dipicu oleh, menurut saya, keputusan-keputusan wasit yang tidak jeli, tidak bijaksana, dan tidak adil,” jelasnya.
Coach Chiu bahkan menilai ada sejumlah keputusan wasit yang terkesan merugikan Kaper FC.
“Banyak keputusan-keputusan justru terkesan memihak tim-tim tertentu. Biasanya, setiap pertandingan justru dipicu oleh wasit. Jarang sebenarnya pemain itu. Pemain itu kalau tegasnya adil dan wasitnya itu fair, pemain pasti ada di koridornya,” sambungnya.
Ia berharap panitia dapat menjadikan berbagai kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya, sehingga seluruh laga PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 dapat berjalan lebih fair, aman, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










