Proyek Koperasi Merah Putih Dipindah, Tokoh Masyarakat Desa Macang Tanggar Desak Lapangan SDI Nanga Nae Segera Diperbaiki

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh masyarakat Desa Macang Tanggar, Rudi Hartono (kiri) bersama generasi muda Dusun Nanga Nae, Irfan (kanan), Sabtu (28/3/2026) malam. Foto Rino/GBRNews.id

Tokoh masyarakat Desa Macang Tanggar, Rudi Hartono (kiri) bersama generasi muda Dusun Nanga Nae, Irfan (kanan), Sabtu (28/3/2026) malam. Foto Rino/GBRNews.id

LABUAN BAJO, GBRNews.id –Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di atas lapangan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Nanga Nae, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berhasil dihentikan setelah mendapat penolakan keras dari masyarakat.

Penolakan ini dipicu karena proyek tersebut dinilai tidak melalui kajian matang serta tidak melibatkan warga dalam musyawarah desa.

Gelombang protes warga sempat viral di media sosial pada 27 Desember 2025 lalu. Masyarakat dari berbagai kalangan, baik generasi muda maupun orang tua, turun langsung ke lokasi untuk menghentikan aktivitas pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi tersebut, turut hadir Camat Komodo Marthinus Maryanto Irwanto, Kepala Dinas PKO Manggarai Barat Yohanes Hani, serta Kapolsek Komodo IPTU Eka Dharma Yuda.

Cuplikan video viral aksi penolakan Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di atas lapangan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Nanga Nae, Desa Macang Tanggar. 

Tokoh masyarakat Desa Macang Tanggar, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa kehadiran proyek tersebut awalnya tidak diketahui oleh warga.

“Awalnya kami tidak tahu sama sekali. Tiba-tiba di tengah jalan kami dikejutkan dengan adanya galian fondasi dan tumpukan material di atas lapangan sekolah,” ujar Rudi kepada GBRNews.id, Sabtu malam (28/3/206).

Merasa janggal, sejumlah pemuda desa berinisiatif mencari kejelasan hingga mendatangi kantor desa. Namun, menurut Rudi, pemerintah desa terkesan menutup-nutupi informasi terkait pembangunan tersebut.

Kondisi itu mendorong masyarakat, mulai dari generasi muda hingga orang tua murid, untuk duduk bersama dan mengambil langkah tegas. Mereka kemudian melayangkan surat resmi ke pemerintah desa dan meminta dilakukan mediasi.

“Kami bukan menolak programnya, tapi menolak lokasi pembangunannya di atas lahan sekolah. Apalagi tidak pernah ada musyawarah desa yang melibatkan masyarakat,” tegas Rudi.

Ia juga menyoroti adanya surat dari kepala desa kepada Bupati yang seolah-olah menggambarkan masyarakat telah mengetahui dan menyetujui proyek tersebut, padahal kenyataannya tidak demikian.

Menindaklanjuti penolakan itu, sejumlah pihak dari tingkat kecamatan hingga kabupaten turun tangan. Mediasi pun digelar pada 5 Januari 2026 di Kantor Desa Macang Tanggar. Dalam pertemuan tersebut, dibahas alternatif lokasi pembangunan.

Hasilnya, pada Sabtu, 7 Maret 2026, disepakati pemindahan lokasi pembangunan melalui mekanisme tukar guling lahan. Gerai Koperasi Merah Putih akan dibangun di wilayah Lemes, Dusun Mburak, menggantikan lokasi awal di Dusun Nanga Nae.

Tanah yang digunakan merupakan milik masyarakat Lemes yang ditukar dengan tanah desa di Kaca Mese, Dusun Nanga Nae, dengan luas 30 meter x 40 meter.

Kesepakatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Macang Tanggar, Jamaludin, bersama sejumlah tokoh masyarakat diantaranya: Rudi Hartono (Tokoh Masyarakat), Mandril (Wakil Ketua BPD), Jurae (Tokoh Masyarakat), Arnoldus Wagur (Wakil Tua Golo Mberata), Teo Dorus Deon (Tua Golo Nalis), Muhamad Suud (Tokoh Masyarakat), Abdul Haris (Kepala Dusun Nanga Nae), Abdul Hamid (Tua Golo Lemes) dan Syarifudin (Kepala Dusun Mburak).

Meski lokasi pembangunan telah dipindahkan dan pekerjaan di tempat baru mulai berjalan, persoalan baru kembali mencuat. Warga menyoroti bekas galian fondasi di lapangan SDI Nanga Nae yang hingga kini belum diperbaiki.

Padahal, sebelumnya pihak Babinsa dan pemerintah desa telah berjanji akan menutup kembali lubang galian dan mengembalikan kondisi lapangan seperti semula sebelum pembangunan dilanjutkan di lokasi baru.

“Kami sudah sepakat, sebelum bangun di tempat baru, lapangan lama harus diratakan dulu. Tapi sampai sekarang belum dilakukan,” kata Rudi.

Atas kondisi tersebut, masyarakat—khususnya generasi muda dan orang tua murid mendesak pengelola gerai Koperasi Merah Putih serta pemerintah desa untuk segera memperbaiki lapangan sekolah yang rusak.

Tokoh masyarakat Desa Macang Tanggar, Rudi Hartono (kiri) bersama generasi muda Dusun Nanga Nae, Irfan (kanan), Sabtu (28/3/2026) malam. Foto Rino/GBRNews.id
Tokoh masyarakat Desa Macang Tanggar, Rudi Hartono (kiri) bersama generasi muda Dusun Nanga Nae, Irfan (kanan), Sabtu (28/3/2026) malam. Foto Rino/GBRNews.id

Mereka meminta agar proses penutupan dan penataan kembali lapangan SDI Nanga Nae dapat diselesaikan paling lambat akhir Maret 2026.

“Lapangan itu penting untuk aktivitas anak-anak sekolah. Kami minta segera dituntaskan dan dikembalikan seperti semula,” tutup Rudi Hartono.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Macang Tanggar, Babinsa, dan pengelola gerai Koperasi Merah Putih belum memberikan keterangan resmi. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Bastian Bawa Uma Lantar Menang di Laga Pembuka PSSI Cup II Manggarai Barat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:41 WITA

PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick

Berita Terbaru