Labuan Bajo, GBRNews.id –Sosok FJ atau FSP akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang menyeret namanya dalam pusaran dugaan keterkaitan politik antara Ormas GRIB Jaya dan Partai NasDem di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Dengan tegas, FJ membantah segala bentuk hubungan politik antara GRIB Jaya dan Partai NasDem. Ia menyebut, kehadirannya atau keberadaan dalam kegiatan partai hanyalah bentuk dukungan pribadi, bukan representasi organisasi.
“Itu tidak benar. GRIB Jaya tidak ada hubungan apa pun dengan Partai NasDem. Saya hadir di beberapa kegiatan partai hanya sebagai simpatisan, bukan kader. Bisa dikatakan, saya ini timses pemenangan pilkada kemarin,” tegas FJ saat dihubungi Gbrnews.id, Minggu malam (18/5/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengklarifikasi posisinya di GRIB Jaya. Menurut FJ, kepercayaan untuk membentuk struktur GRIB Jaya di Manggarai Barat datang langsung dari DPD GRIB Provinsi NTT, usai melalui diskusi panjang di Kupang.
“Saya diberikan mandat untuk membentuk kepengurusan di sini. Setelah itu, saya langsung berkonsultasi dengan pihak Kesbangpol Manggarai Barat untuk mengurus persyaratan legalitas organisasi,” ungkap Ketua DPC GRIB Jaya itu.
FJ juga menyinggung unggahan Facebook pribadinya pada 11 April 2025 yang memuat imbauan Pemkab Mabar dan Forkopimda menjelang Paskah. Ia menegaskan, unggahan itu adalah bentuk apresiasi terhadap ajakan menjaga ketertiban, bukan klaim kedekatan organisasi dengan pemerintah.
“Itu bentuk dukungan terhadap pesan pemerintah. Kami sadar, keberadaan GRIB di Labuan Bajo masih dalam proses administratif, jadi kami tidak mengklaim apa pun. Apalagi klaim kedekatan khusus dengan penguasa,” ujarnya.
FJ menyadari keberadaannya di dua ruang berbeda bisa menimbulkan kesalahpahaman. Ia juga meminta maaf kepada Partai NasDem atas kegaduhan yang timbul dan penarikan isu ke arah politik.
“Saya mohon maaf jika keberadaan saya di GRIB dikaitkan ke sana-sini. Kami punya niat baik dan GRIB Jaya ini adalah ormas resmi, berbadan hukum. Saya hanya ingin GRIB hadir di Mabar membawa dampak positif,” ucapnya.
FJ pun mengaku keberadaan Ormas GRIB Jaya punya niat baik, bahkan ia mengaku siap bersinergi dengan semua pihak di Kabupaten Manggarai Barat.
“Tujuan kita baik, jangan samakan di kejadian-kejadian yang terjadi di Pulau Jawa. Kita tidak kebal hukum. Yang pasti kita siap bersinergi bangun daerah ini,” pungkasnya.
Menanggapi isu ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Manggarai Barat juga mulai buka suara. Ketua DPD NasDem Mabar, Yopi Widiyanti, mengaku pihaknya tengah menelusuri posisi FJ atau FSP dalam struktur partai.
“Saya minta waktu dulu untuk cek, apakah nama ini ada dalam kepengurusan,” katanya singkat saat dikonfirmasi Gbrnews.id, Minggu malam (18/5/2025).
Nama FJ atau FSP mencuat setelah ia terlihat aktif dalam membagikan berbagai kegiatan GRIB Jaya sekaligus tampil dalam sejumlah agenda resmi Partai NasDem. Bahkan, ia beberapa kali terekam bersama Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW NasDem NTT.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Manggarai Barat, Frans Partono, saat dihubungi pada Senin malam (19/5/2025), belum memberikan keterangan resmi dan menyarankan konfirmasi lanjutan pada jam kerja.
Diberitakan sebelumnya, Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya kembali menjadi perbincangan hangat di tengah publik nasional.
Dikenal sebagai ormas yang dipimpin tokoh kontroversial, Hercules, GRIB Jaya kini dilaporkan telah menyusup ke jantung pariwisata Indonesia: Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran GRIB Jaya di berbagai provinsi memang belakangan ini menuai sorotan tajam, namun yang terjadi di Labuan Bajo berbeda, dugaan keterkaitan politik dengan partai penguasa dan sinyal dukungan dari lingkaran kekuasaan lokal. (*)
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










