LABUAN BAJO, GBRNews.id – Seorang pemuda asal Kabupaten Ende berinisial R (21) tewas tenggelam di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/3/2026) siang.
Korban meninggal dunia setelah melompat ke laut untuk mandi saat kapal yang ditumpanginya tengah bersandar.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 Wita saat KM Niki Mila Utama merapat di pelabuhan dalam pelayaran menuju Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah aktivitas bongkar muat, korban bersama dua rekannya—Karolus Kewa Biha (24) dan Randi (23)—yang diketahui berasal dari Kabupaten Ende dan Nagekeo, bekerja sebagai kernet truk ekspedisi, turun ke laut untuk menyegarkan diri.
Namun, momen santai itu berubah menjadi petaka. Sekitar pukul 14.15 Wita, korban yang baru saja melompat ke air tidak kunjung muncul ke permukaan. Rekan-rekannya pun panik dan berteriak meminta pertolongan.
“Ada teman kami yang tenggelam! Dia melompat tadi tapi tidak muncul lagi,” ujar salah satu rekan korban dengan wajah pucat saat melapor kepada petugas.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari Polres Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, dan PT Pelindo langsung melakukan pencarian.
Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, IPTU Abnel Tamonob, S.H., mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 14.30 Wita dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Personel gabungan langsung bergerak ke lokasi begitu menerima informasi. Sekira pukul 14.30 Wita, petugas berhasil mengangkat tubuh korban dari dasar air. Saat dievakuasi, yang bersangkutan sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Korban kemudian dilarikan ke RS Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis.
Tim medis sempat melakukan upaya penyelamatan selama hampir satu jam. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.15 Wita.
“Pukul 15.15 Wita, kami menerima informasi resmi dari pihak rumah sakit bahwa upaya penyelamatan telah maksimal, namun korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap IPTU Abnel.
Saat ini, jenazah korban masih berada di rumah sakit sambil menunggu koordinasi dengan pihak keluarga untuk dipulangkan ke kampung halaman.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di area pelabuhan, terutama saat proses bongkar muat berlangsung.
“Kami mengimbau dengan sangat agar seluruh penumpang selalu menaati aturan keselamatan yang ada. Jangan melakukan aktivitas berbahaya seperti berenang atau melompat ke laut di area dermaga, terutama saat proses bongkar muat sedang berlangsung karena arus dan kondisi di bawah dermaga bisa sangat tidak terduga,” tegas IPTU Abnel. **
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi










