LABUAN BAJO, GBRNews.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Manggarai Barat mengutuk keras atas judul, halaman depan, dan isi laporan utama Majalah Media Tempo edisi 13–19 April 2026.
Kecaman tersebut dipicu oleh sampul Majalah Tempo yang menampilkan karikatur Ketua Umum Surya Paloh dengan tajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Tampilan itu dinilai sebagai framing yang menyimpang dan merendahkan martabat partai di ruang publik.
Ketua DPD NasDem Manggarai Barat, Yopi Widyanti, menegaskan isi laporan utama Tempo telah menggiring opini publik secara tidak proporsional, seolah-olah partai dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Framing tersebut merupakan cara sistematis yang merendahkan pimpinan dan institusi Partai NasDem,” tegasnya, Rabu (15/4/2026).
Tak berhenti pada kecaman, NasDem Manggarai Barat langsung melayangkan dua tuntutan tegas. Mereka meminta Tempo menyampaikan permintaan maaf secara tertulis di edisi berikutnya selama satu bulan berturut-turut, serta memastikan framing serupa tidak kembali terulang.

Bahkan, gelombang tekanan dari kader mulai menguat. Mereka menyatakan siap mendatangi kantor redaksi Tempo jika tuntutan tersebut diabaikan.
Nada keras juga datang dari anggota DPRD Manggarai Barat Fraksi NasDem, Martinus Mitar. Dalam orasinya di hadapan ratusan kader, ia menyebut isi pemberitaan dan sampul majalah tersebut sebagai “sesat nalar”.
“NasDem bukan partai komersial seperti yang ditudingkan. NasDem adalah partai mandiri yang telah berkontribusi bagi masyarakat, khususnya di Manggarai Barat,” tegasnya.
Menurut Marten Mitar, pernyataan sikap ini merupakan bentuk solidaritas kader dalam menjaga marwah partai yang dinilai tengah disudutkan. Ia juga memastikan soliditas partai tetap terjaga dan optimistis menatap Pemilu 2029.
Pantauan GBRNews.id, pembacaan pernyataan sikap beserta poin-poin tuntutan berlangsung lantang di halaman Kantor Sekretariat DPD Partai NasDem Manggarai Barat sekitar pukul 09.30 Wita.
Sejumlah anggota DPRD Manggarai Barat Fraksi NasDem turut hadir, di antaranya Yovita Dewi Suriany, Basilius Sardi Jeramat, Syprianus Anjelo, dan Fridus Ndarung.
Hadir pula Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik, Rofinus Edison Risal, bersama jajaran pengurus DPD serta para kader dan simpatisan yang memadati lokasi kegiatan.

Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyatakan pihaknya menghargai aksi kader NasDem yang menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi,” ujar Setri, Selasa (14/4/2026) di Jakarta.
Ia menegaskan, laporan utama yang dipublikasikan telah melalui proses jurnalistik yang ketat, termasuk verifikasi dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.
“Materi pemberitaan yang dipublikasikan merupakan karya jurnalistik yang telah melalui proses verifikasi, akuntabel, dan berdasarkan Kode Etik Jurnalistik,” katanya.
Setri juga menegaskan bahwa Tempo membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang keberatan, termasuk Partai NasDem.
“Tempo akan selalu memberikan ruang bagi pihak yang ingin menyampaikan klarifikasi atas temuan dalam laporan utama tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar setiap keberatan terhadap produk jurnalistik diselesaikan melalui mekanisme resmi yang difasilitasi Dewan Pers.
Meski demikian, Tempo menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan dari sampul tersebut.
“Kami meminta maaf atas dampak sampul laporan utama yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem dan kadernya,” kata Setri.
Sebagai informasi, sengketa pemberitaan pers di Indonesia umumnya diselesaikan melalui mekanisme Dewan Pers, termasuk hak jawab dan pengaduan etik jurnalistik. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










