Mobil BUMDes Golo Mbu Siap Diserahkan ke Pengurus Baru, Kades Tinus Tegaskan Bukan Aset Pribadi

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Kepala Desa Golo Mbu, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Martinus Taruna, menyatakan kesiapannya menyerahkan mobil milik BUMDes Wae Kising kepada pengurus baru. Langkah itu diambil menyusul arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Rencananya akan diserahkan kepada pengurus BUMDes atas arahan Dinas. Diusahakan minggu ini,” kata Kades yang akrab disapa Tinus kepada GBRNews.id, Minggu sore (22/2/2026).

Sebelum penyerahan dilakukan, Tinus memastikan akan berkoordinasi dengan pengurus BUMDes lama. Hal itu dimaksudkan agar status, riwayat penggunaan, serta asas manfaat dan peruntukan aset tersebut benar-benar jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penegasan itu disampaikan Tinus setelah sorotan warga terhadap keberadaan mobil BUMDes yang dinilai tak memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Golo Mbu.

Aset Lama, BUMDes Sempat Mati Suri

Diberitakan sebelumnya, Tinus menegaskan, pengadaan mobil tersebut bukan terjadi pada masa kepemimpinannya. Menurutnya, kendaraan itu merupakan aset lama yang masuk pada periode pemerintahan dan pengurus BUMDes sebelumnya.

“Mobil itu pengadaannya di periode sebelumnya. Saat saya mulai menjabat, BUMDes sudah dalam kondisi mati suri, pengurus tidak aktif dan usahanya kolaps. Mobilnya ikut terlantar,” jelasnya.

Di awal masa jabatan, ia mengaku sempat berinisiatif memanfaatkan kendaraan tersebut agar tidak terbengkalai. Selama kurang lebih satu tahun, mobil digunakan untuk menunjang kebutuhan masyarakat dan operasional desa.

Namun setelah dilakukan evaluasi, biaya operasional dinilai cukup tinggi. Selain itu, tipe kendaraan dianggap tidak sesuai dengan kondisi geografis desa dan tidak layak dikembangkan sebagai unit usaha produktif.

“Baik untuk kepentingan Pemdes maupun masyarakat, biaya operasionalnya tinggi. Tipe mobilnya juga tidak cocok untuk usaha. Karena BUMDes tidak punya kantor, saya simpan di rumah pribadi demi keamanan,” ujarnya.

Fokus ke Ketahanan Pangan

Saat ini, BUMDes Wae Kising disebut telah kembali diaktifkan dengan fokus pada program ketahanan pangan. Aktivitas usaha yang berjalan belum berkaitan dengan pemanfaatan mobil tersebut.

“Saat SK pengurus baru dikeluarkan, saya sudah sampaikan ada aset peninggalan pengurus lama. Kalau mau dikelola silakan, tapi sampai sekarang belum ada yang sanggup mengelolanya,” kata Tinus.

Ia juga mengungkapkan, pengawas BUMDes periode sebelumnya sempat melakukan evaluasi dan menemukan adanya kerugian yang diakui pengurus lama. Dalam perjalanannya, unit usaha tidak berjalan sebagaimana direncanakan.

Bantah Digunakan untuk Kepentingan Pribadi

Menanggapi dugaan warga bahwa mobil digunakan untuk kepentingan pribadi, Tinus membantah tegas.

“Mobil ini bukan milik kepala desa, tapi aset BUMDes. Saya juga tidak boleh mengelolanya sendiri. Saya pakai bukan untuk usaha pribadi, tapi untuk kebutuhan masyarakat. Warga juga tidak pernah dibatasi untuk meminjam,” tegasnya.

Ia menilai sorotan warga sebagai kritik yang wajar dan membangun. Bahkan sebelumnya, ia sempat berkomunikasi dengan pihak kecamatan untuk mengembalikan mobil tersebut karena tidak dimanfaatkan. Namun disarankan agar persoalan dikonsultasikan langsung ke DPMD.

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Golo Mbu menyoroti pengadaan mobil BUMDes yang dinilai tidak memberi dampak signifikan bagi perekonomian desa. Kendaraan itu disebut jarang digunakan untuk usaha produktif dan lebih sering terparkir tanpa kejelasan fungsi.

“Mobil milik BUMDes di desa kami ini tidak jelas arah penggunaannya. Kami tidak melihat manfaatnya bagi warga kecil. Sejak ada, tidak menyentuh kebutuhan dasar atau pemberdayaan ekonomi yang hitungannya jelas,” ujar salah satu warga.

Kondisi mobil yang dikabarkan rusak dan lama terparkir di rumah kepala desa memicu kekecewaan. Warga mendesak pemerintah desa dan pengelola BUMDes membuka secara transparan skema bisnis, pola pemanfaatan aset, serta pertanggungjawaban penggunaannya.

Kini, dengan rencana penyerahan ke pengurus baru, publik menanti langkah konkret agar aset desa tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan tidak lagi menjadi polemik. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru