Mendes Yandri Sebut Akan Ada Desa Tomat, Desa Ayam hingga Desa Padi di Manggarai Barat

- Redaksi

Senin, 23 Juni 2025 - 20:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, membeberkan rencana besar yang akan mengubah wajah desa-desa di Nusa Tenggara Timur, khususnya Manggarai Barat. Dalam waktu dekat, bakal lahir “Desa Tomat, Desa Ayam Petelur hingga Desa Padi” sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

“Desa akan menjadi pelaku utama. Kami dorong agar muncul desa-desa tematik sesuai potensi masing-masing, mulai dari tomat, ayam, hingga padi,” kata Yandri dalam kunjungannya di Labuan Bajo, Sabtu siang (21/6/2025).

Program ini akan didorong lewat alokasi wajib 20 persen dari Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan. Menurut Yandri, inilah cara strategis mengatasi kemiskinan dan mempercepat pemerataan ekonomi di wilayah tertinggal seperti NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Kementerian Desa juga mengandalkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Di Manggarai Barat, Yandri mengklaim pembentukan koperasi tersebut telah rampung 100 persen. Secara nasional, jumlahnya bahkan telah menembus target 80.000 unit.

“Targetnya tuntas sebelum 12 Juli atau akhir Juni 2025. Setelah legalitas lengkap, koperasi akan difokuskan untuk memperluas jaringan usaha masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi kemungkinan tumpang tindih peran antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Merah Putih, Yandri menegaskan tidak ada yang akan tergusur. BUMDes akan diarahkan ke bisnis berskala besar dan korporasi, sementara koperasi akan fokus pada sektor ritel dan pelayanan dasar, seperti agen elpiji, apotek, sembako, hingga simpan pinjam.

“Kami akan segera mengeluarkan surat edaran tentang pola kerja sama keduanya,” tambahnya.

Yandri juga memastikan NTT akan menjadi prioritas dalam berbagai kebijakan afirmatif kementerian. Termasuk penyaluran program yang didukung mitra seperti Bank Dunia, yang akan lebih banyak difokuskan ke Indonesia Timur guna mempercepat pembangunan.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, serta perwakilan dari World Bank, yang turut memberi perhatian terhadap upaya percepatan pembangunan berbasis desa di kawasan tertinggal.

Dengan konsep desa tematik dan koperasi berbasis komunitas, Yandri optimistis bahwa wajah Manggarai Barat dan wilayah-wilayah lain di NTT akan segera berubah: dari desa tertinggal menjadi desa tangguh dan mandiri. (*)

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru