Manggarai Barat Borong Tiga Medali Emas di Kejurda PSTI NTT 2025

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, GBRNews.id – Gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) NTT ke-XX tahun 2025 resmi berakhir dengan memunculkan nama-nama daerah yang mendominasi di berbagai kategori. Kabupaten Sabu Raijua tampil perkasa di kategori pelajar, sementara Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan taringnya di kategori senior.

Di kelompok pelajar, Sabu Raijua hampir menyapu bersih podium juara. Pada nomor Kuadran Putra SD, Sabu Raijua meraih Juara 1, disusul Kota Kupang di posisi kedua dan Kabupaten Kupang di peringkat ketiga.

Dominasi tersebut berlanjut di kategori SMP. Sabu Raijua mengamankan gelar juara pada nomor Kuadran Putra SMP, Kuadran Putri SMP, serta Double Event Putra SMP. Satu-satunya gelar yang lepas diraih Kota Kupang melalui nomor Double Event Putri SMP, sementara Sabu Raijua harus puas sebagai runner-up.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki kategori senior, persaingan berlangsung lebih merata. Kabupaten Manggarai Barat tampil paling menonjol dengan memborong tiga gelar juara, masing-masing pada nomor Regu Putra Senior, Double Event Putra Senior, dan Kuadran Putra Senior.

Sabu Raijua tetap menunjukkan konsistensi dengan menjuarai Regu Putri Senior. Kota Kupang juga mencatat prestasi melalui gelar juara Double Event Putri Senior, sementara nomor Kuadran Putri Senior dimenangkan Kabupaten Sarai.

Klasemen Medali Akhir

Sabu Raijua (Sarai) keluar sebagai Juara Umum Kejurda PSTI NTT XX 2025 dengan koleksi 6 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Kabupaten Manggarai Barat menyusul dengan raihan 3 medali emas, disusul Kota Kupang dengan 2 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.

Kabupaten Alor membawa pulang 3 medali perak dan 4 perunggu, sementara Kabupaten Kupang menutup daftar peraih medali dengan 2 perak dan 8 perunggu.

Tim Sepak Takraw Manggarai Barat pada Kejurda PSTI Ke-XX NTT 2025. [Foto Rino/GBRNews]
Pelatih Tim Sepak Takraw Manggarai Barat, Timotius Silvester Geli, menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil dari kerja keras dan disiplin atlet selama masa persiapan.

“Para pemain tampil sesuai rencana dan tetap fokus di setiap laga. Ini buah dari latihan yang konsisten dan kekompakan tim,” ujarnya.

Silvester mengakui capaian tersebut diraih dengan keterbatasan komposisi kontingen. Manggarai Barat belum menurunkan atlet di kategori pelajar seperti Kabupaten Sabu Raijua.

“Sejak awal kami fokus di kategori senior. Kami belum memiliki kontingen pelajar yang lengkap seperti Sabu Raijua yang turun penuh di semua nomor,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi itu menjadi catatan penting untuk evaluasi pembinaan ke depan.

“Ini pekerjaan rumah kami agar pembinaan usia dini bisa lebih dimaksimalkan, sehingga ke depan Manggarai Barat juga mampu bersaing di kategori pelajar,” tambah Silvester.

Manager Tim Sepak Takraw Manggarai Barat, Rikardus Nompa, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh elemen tim.

“Prestasi ini adalah hasil kerja kolektif. Saya mengapresiasi perjuangan atlet di lapangan, kerja keras pelatih dalam mempersiapkan tim, serta dukungan penuh kepengurusan PSTI Manggarai Barat yang terus mendampingi proses ini,” tegas Rikardus.

Rikardus juga menyampaikan terima kasih atas dukungan eksternal yang turut menopang keberhasilan tim.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang terus memberi dukungan, kepada masyarakat yang selalu mendoakan dan memberi semangat, serta para donatur yang dengan tulus membantu kebutuhan tim selama persiapan hingga pertandingan,” tambahnya.

Sementara, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Manggarai Barat, Fitalis H. Sukario, memberikan apresiasi khusus atas perjuangan tim secara menyeluruh.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras atlet di lapangan, dedikasi pelatih, serta manajemen tim yang solid. Sepak takraw telah menunjukkan bahwa cabang olahraga ini punya tempat yang setara dengan cabang olahraga lain di Manggarai Barat,” tegas Fitalis.

Ia menambahkan, capaian tersebut harus menjadi dasar untuk terus memperkuat pembinaan dan dukungan ke depan.

“Kami ingin sepak takraw terus tumbuh dan mendapat perhatian yang adil, karena prestasi sudah membuktikan potensinya,” tandasnya.**

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru