Konflik Tanah Melebar ke Vatikan, Pater Marsel Agot Irit Bicara

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id – Pater Marsel Agot, SVD, memilih irit bicara saat dikonfirmasi terkait konflik sengketa tanah yang menyeret namanya dan Alosius Oba. Di tengah sorotan publik dan bergulirnya laporan di kepolisian, ia menegaskan tidak ingin berpolemik lebih jauh.

“Kasusnya sudah di Polres. Saya tidak mau layani Alo Oba,” ujarnya singkat usai menghadiri Forum Konsultasi Publik RANWAL RKPD 2027 di Aula Sekda Manggarai Barat, Kamis (12/2/2026) siang, sebelum berlalu meninggalkan awak media.

Sikap tertutup itu muncul di tengah memanasnya perseteruan antara Pater Marsel Agot, SVD dan tokoh masyarakat Labuan Bajo, Alosius Oba. Konflik yang bermula dari klaim kepemilikan lahan di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamata Komodo, kini berkembang menjadi polemik terbuka yang saling berbalas ultimatum dan laporan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Kamis (5/2/2026) siang, Pater Marsel melaporkan Alosius Oba bersama tiga penjaga tanahnya ke Polres Manggarai Barat. Laporan tersebut diduga berkaitan dengan insiden di lokasi sengketa. Bahkan sebelum laporan dilayangkan, Pater Marsel disebut memberikan ultimatum permintaan maaf dalam waktu 3×24 jam kepada Alo Oba dan salah satu penjaga tanah.

Namun, pihak Alosius Oba membalas dengan ultimatum tandingan. Pada Kamis (5/2/2026) malam, Alo Oba meminta Pater Marsel menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada dirinya serta tiga penjaga tanah—Mansur, Sipri, dan Jon—dalam waktu 2×24 jam.

Tak hanya menempuh jalur hukum, Alosius Oba juga membawa persoalan ini ke ranah gerejawi. Ia melayangkan surat resmi kepada Pastor Provinsial SVD Ruteng, Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, hingga Sri Paus Leo XIV pada Rabu (11/2/2026).

Hingga kini, proses hukum di Polres Manggarai Barat masih berjalan. Sementara itu, publik Labuan Bajo terus menyoroti perkembangan konflik yang melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat tersebut. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru