Ketua DPRD Mabar Terseret Isu ASN, Yopi Widiyanti Bantah Keras Keterlibatan di Kontroversi “Warung Kopi EW”

- Redaksi

Minggu, 22 September 2024 - 14:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.idKetua DPRD Sementara Manggarai Barat, Yopi Widiyanti, terkejut ketika namanya dikaitkan dengan kontroversi yang muncul dari bocornya percakapan grup WhatsApp “Warung Kopi EW”.

Isu ini melibatkan sejumlah ASN di lingkup Pemkab Manggarai Barat yang diduga memberikan dukungan kepada pasangan incumbent, Edi-Weng demi memperoleh jabatan strategis.

Nama Yopi dikaitkan dengan salah satu ASN, Vincen Ndandu, diduga secara terang-terangan mendukungnya pada pemilihan legislatif sebelumnya, hingga berhasil menduduki posisi penting sebagai Kabid di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vincen diketahui aktif memenangkan Yopi, yang merupakan calon legislatif dari Partai NasDem, di wilayah kampung halamannya, Nggolo, Kecamatan Welak.

Menanggapi isu ini, Yopi Widiyanti dengan tegas membantah segala tuduhan. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan apapun dengan isu yang melibatkan ASN tersebut.

“Saya tidak ada kaitan dengan nama itu”, tegas Yopi kepada Gbrnews.id, Minggu (22/9) pagi.

Yopi juga memperjelas bahwa Vincen Ndandu tidak terlibat dalam upayanya memenangkan pemilihan legislatif pada 14 Februari 2024 lalu.

Ia menantang pihak yang menyebarkan isu ini untuk memeriksa hasil suara dan struktur timnya di daerah tersebut.

” Coba cek baik perolehan suara dan tim saya di sana. Tim saya di Nggolo hanya orang biasa”, ungkap Yopi.

Di tengah derasnya isu yang beredar, klarifikasi dari Yopi Widiyanti ini menambah babak baru dalam drama politik di Manggarai Barat.

Diberitakan sebelumnya, Salah satu ASN yang disebut-sebut dalam percakapan itu adalah Vincen Ndandu. Ia diketahui secara terang-terangan menyuarakan dukungannya melalui grup tersebut.

“Menjadi pemimpin bukan hanya anak Dalu atau anak pejabat. Anak petani, bisa jadi pemimpin. EDI WENG LANJUTKAN!!!” tulis Vincen Ndandu dalam salah satu percakapan yang viral di kalangan netizen.

Tidak hanya sebatas memberikan dukungan verbal, Vincen juga aktif membagikan informasi terkait kegiatan kampanye pasangan Edi-Weng.

“Titik hari ini di Nggolo-Terang dan Hento… menghantarkan Edi Weng 2 periode,” tulisnya sembari melampirkan foto-foto kegiatan safari politik Bapaslon tersebut.

Saat dihubungi oleh awak media, Vincen mengaku bahwa pesan tersebut bukan berasal dari dirinya secara langsung.

“Tulisan itu saya dapat dari teman saya John Mance, saya tidak punya tulisan. Saya hanya share,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa konten yang ia bagikan diperolehnya dari grup tim Golo Sepang, di mana dirinya secara kebetulan ikut serta dalam percakapan grup tersebut.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut tentang keberadaan grup WhatsApp Warung Kopi EW yang menjadi titik awal penyebaran dukungan politik tersebut, Vincen enggan memberikan informasi lebih lanjut dan malah mengarahkan wartawan untuk bertanya langsung kepada admin grup.

“Mungkin tanya di adminnya, Pak Fian,” ucapnya menutup percakapan, seakan tidak ingin terlibat lebih jauh dalam polemik yang sedang berkembang.

Meski begitu, isu ini semakin mengguncang masyarakat Manggarai Barat. Menurut sumber terpercaya, Vincen Ndandu memperoleh jabatannya sebagai Kabid di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) setelah sebelumnya terlibat dalam memenangkan seorang tokoh politik lokal di kampung halamannya.

“Vincen jadi Kabid setelah berhasil menangkan ibu Yopi Widiyanti dari NasDem di kampungnya, Nggolo di Welak sana,” ungkap sumber tersebut.

Lebih lanjut, sumber itu juga menyebutkan bahwa Yohanes Mance, rekan Vincen, merupakan pegawai Depag Mabar yang juga terlibat dalam upaya memenangkan pasangan Edi-Weng, dengan iming-iming jabatan di pemerintahan jika pasangan tersebut kembali menang.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pius Baut, menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Kami akan minta klarifikasi dari yang bersangkutan. Yang jelas ASN dituntut untuk menjaga netralitas,” tegas Pius kepada Gbrnews. id, Sabtu (21/9) malam.

Ia memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap ASN yang terbukti melanggar kode etik netralitas dalam Pilkada.

Hingga berita ini diterbitkan, beberapa pihak masih dalam proses konfirmasi untuk melengkapi informasi terkait dugaan keterlibatan ASN dalam mendukung salah satu pasangan calon.**

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru