Labuan Bajo, GBRNews.id –Pilkada Manggarai Barat 2024 memasuki babak baru, di mana persaingan politik semakin memanas.
Kader-kader partai besar mulai membelot, mengikuti gelombang dukungan terhadap pasangan calon (paslon) Mario Pranda dan Richard Sontani.
Salah satu momen paling mencolok adalah langkah berani Gusti Sarifin, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang secara terbuka mendeklarasikan dukungannya untuk Mario-Richard. Hal itu ia sampaikan saat pengukuhan relawan Mario-Richard di Kampung Lekaturi, Kecamatan Boleng, pada Jum’at (20/9) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan sekadar manuver politik biasa, keputusan ini menjadi sorotan publik karena Gusti sebelumnya adalah calon DPR RI dari dapil NTT 1.
Gusti menegaskan bahwa dukungannya terhadap Mario-Richard bukanlah keputusan spontan.
“Kemarin saya salah satu calon DPR RI dari partai tertentu dan hari ini saya membelokkan diri untuk mendukung Mario-Richard. Tentu punya alasan sangat-sangat mendasar, tidak sekedar rame-rame dan punya argumentasi yang sangat kuat”, tegas Gusti Sarifin.
Menurutnya, dua tokoh muda ini rela mengorbankan karier yang sudah stabil demi kepentingan Manggarai Barat.
“Pak Mario meninggalkan jalan pasti sebagai anggota legislatif, sementara Pak Richard mengundurkan diri dari karier ASN yang telah ia bangun selama 18 tahun. Ini adalah pengorbanan luar biasa yang harus kita apresiasi,” ujar Gusti.
Gusti, yang tinggal di Jakarta sebagai pengusaha sukses, turut mengambil keputusan besar dengan meninggalkan pekerjaannya untuk kembali ke kampung halaman dan bergabung dalam perjuangan ini.
Baginya, Manggarai Barat adalah tanah dengan potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal, terutama dalam hal pengembangan sumber daya manusia.
“Manggarai Barat ini seperti harta karun yang tersembunyi, kaya akan alam, laut, dan SDM yang luar biasa, tapi semua potensi ini disia-siakan oleh kepemimpinan yang tidak kompeten,” ungkap Gusti.
Tak hanya mengkritik, Gusti juga menuding kepemimpinan Edi-Weng gagal melibatkan tokoh-tokoh lokal dalam pembangunan.
“Pemimpin sekarang terlalu eksklusif. Banyak tokoh hebat asli Manggarai Barat yang tidak diberi kesempatan untuk ikut membangun daerah. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Menurut Gusti, inilah alasan mendesak mengapa perubahan harus segera dilakukan. Ia percaya solusi terbaik adalah dengan memberikan tongkat kepemimpinan kepada pasangan Mario-Richard.
“Jika kita ingin hidup sejahtera, Manggarai Barat harus dipimpin oleh orang-orang yang punya kemampuan luar biasa. Dan satu-satunya jalan adalah mengganti bupati dan wakil bupati,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gusti Sarifin juga sempat mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon bupati Manggarai Barat dengan tagline “Ganti Bupati.”
Namun, kini ia sepenuhnya mendukung Mario-Richard sebagai harapan baru bagi Manggarai Barat.
Langkah politiknya semakin menarik karena dalam perjalanannya, Gusti mendaftar di tujuh partai politik, kecuali NasDem, sebelum akhirnya memutuskan untuk membelokkan dukungannya. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










