Hampir Sebulan Misteri Lakalantas Tua Golo Merombok Akhirnya Terbuka, Publik Soroti Kinerja Polres Mabar

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 17:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.idHampir sebulan setelah tragedi maut yang mengguncang warga Kampung Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo. Kini, Polres Manggarai Barat akhirnya membuka tabir kronologi resmi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang merenggut nyawa UU (66), sosok yang dikenal luas sebagai Tua Golo Merombok.

Kepergian UU bukan sekadar kehilangan bagi keluarga. Di mata warga, ia dikenal sebagai tokoh adat, petani sederhana, sekaligus panutan masyarakat yang sehari-hari hidup dekat dengan warga kampungnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan masyarakat lantaran proses penanganannya dinilai berjalan cukup lama sejak insiden memilukan itu terjadi pada Sabtu malam, 25 April 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

UU meninggal dunia setelah tertabrak sebuah mobil pikap saat berjalan kaki di ruas jalan Trans Flores, tepat di sekitar pertigaan masuk Kampung Merombok, tak jauh dari rumahnya sendiri.

Tragisnya, korban diduga tertabrak ketika berusaha menghindari lubang besar yang dipenuhi genangan air dan lumpur di bahu jalan.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan intensif Unit Satlantas Polres Manggarai Barat.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.30 Wita. Sebuah mobil pikap hitam bernomor polisi EB 8960 GB yang dikemudikan VF (37), petani asal Lembor, melaju dari arah Nggorang menuju Labuan Bajo.

Di waktu bersamaan, korban UU berjalan kaki seorang diri di sisi kiri jalan, searah dengan laju kendaraan.

Kondisi jalan yang gelap, minim penerangan, serta dipenuhi kerusakan di sejumlah titik disebut menjadi faktor yang memperparah situasi malam itu.

Salah seorang saksi mata, YJ (48), mengungkapkan bahwa korban sempat berusaha menghindari lubang besar yang becek sebelum akhirnya tertabrak.

“Saat itu kondisi jalan gelap sekali. Saya melihat korban berjalan di pinggir, lalu dia mencoba melangkah agak ke tengah jalan karena di depannya ada lubang besar yang becek dan berair. Dia mau menghindari itu,” ujar YJ saat diperiksa penyidik Sat Lantas.

Namun nahas, jarak mobil pikap yang datang dari arah belakang disebut sudah terlalu dekat.

“Mobil dari arah belakang itu jalannya cukup kencang. Karena jaraknya sudah sangat dekat, bagian depan sebelah kiri mobil langsung menghantam tubuh korban sampai jatuh terpental ke aspal,” lanjutnya.

Anggota Satlantas Polres Mabar saat mengambil keterangan sejumlah saksi dalam insiden tersebut. (Dok. Humas Polres Mabar) 

Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka serius. Warga bersama pengemudi sempat mengevakuasi UU ke RSUD Komodo. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Polisi Periksa Enam Saksi

Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan menentukan status hukum pengemudi, Sat Lantas Polres Manggarai Barat telah melakukan serangkaian penyelidikan.

Selain mengamankan lokasi kejadian, polisi juga menyita mobil pikap beserta dokumen kendaraan sebagai barang bukti utama.

Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos., mengatakan hingga kini pihaknya telah memeriksa enam orang saksi.

“Sejauh ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi yang mengetahui, melihat, atau berada di sekitar TKP saat kejadian guna memperjelas konstruksi perkara,” ujar AKP Parta melalui keterangan resminya yang diterima GBRNews.id, Senin siang (18/5/2026).

Menurutnya, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Penyidik kini mendalami dugaan unsur kelalaian pengemudi.

“Dugaan sementara, ada unsur kelalaian dari pengemudi pikap yang kurang berhati-hati dan tidak mengantisipasi situasi jalan yang rusak serta minim cahaya di malam hari,” tegasnya.

Duka yang Menyisakan Pertanyaan

Terbukanya kronologi resmi kasus ini akhirnya menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat Merombok beberapa pekan terakhir.

Di balik proses hukum yang berjalan, tragedi ini juga meninggalkan duka mendalam bagi warga kampung. Banyak masyarakat menilai kecelakaan tersebut menjadi pengingat keras tentang kondisi jalan Trans Flores yang gelap dan rusak, terutama pada malam hari.

Polres Manggarai Barat memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pascakejadian.

Satlantas Polres Manggarai Barat juga menegaskan komitmennya untuk menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan bagi keluarga korban.

“Demi menjamin keadilan bagi korban, kami berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus kecelakaan ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkap AKP Parta.

Belajar dari tragedi tersebut, Satlantas Polres Manggarai Barat mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur Trans-Flores pada malam hari yang minim penerangan dan dipenuhi titik jalan rusak.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat melintasi jalur yang minim penerangan dan memiliki kontur jalan rusak pada malam hari,” pungkasnya.

Dua Nyawa Melayang dalam Waktu Berdekatan

Diberitakan sebelumnya, duka mendalam menyelimuti warga Kampung Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Dalam rentang waktu yang belum genap dua pekan, dua warga dari lingkungan yang sama meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Peristiwa pertama terjadi pada 26 April 2026, tidak jauh dari pertigaan jalan masuk Kampung Merombok. Korban berinisial UU diketahui merupakan tokoh masyarakat sekaligus Tua Golo Merombok. Lakalantas tragis tersebut terjadi hanya beberapa meter dari kediaman korban dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar.

Belum sepenuhnya pulih dari kehilangan pertama, warga kembali diguncang kabar duka kedua pada 7 Mei 2026. Lakalantas maut terjadi di kawasan SPBU Merombok, tepat di tengah antrean BBM pada malam hari. Dalam insiden itu, seorang warga berinisial M (42) yang sehari-hari bekerja sebagai petani meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tragisnya, kedua korban diketahui tinggal di lingkungan yang sama. Bahkan, jarak rumah keduanya diperkirakan hanya sekitar 50 meter. Kondisi tersebut membuat suasana duka terasa begitu dekat dan mendalam bagi masyarakat Kampung Merombok.

Polres Rilis Kronologi Kecelakaan Kedua

Insiden tragis yang melibatkan satu unit dump truck dan sepeda motor itu menewaskan seorang petani berinisial M (42), warga Kampung Merombok. Korban meninggal dunia usai mengalami tabrakan di kawasan SPBU Merombok pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.

Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, I Made Supartha Purnama, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban sempat dilarikan ke RSUD Komodo, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

“Peristiwa ini merenggut nyawa M, seorang petani asal Merombok. Korban mengembuskan napas terakhirnya sesaat setelah tiba di RSUD Komodo,” ujar AKP Parta dalam keterangan resminya, Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula saat dump truck bernomor polisi L 8353 UZ yang dikemudikan AM (30) bergerak dari arah Kaper menuju Nggorang.

Di saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul sepeda motor tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang dikendarai korban.

Polisi menduga korban masuk ke jalur lawan saat melintas di lokasi kejadian. Situasi diperparah karena sepeda motor yang dikendarai korban disebut tidak menggunakan lampu penerangan dan korban juga tidak mengenakan helm.

“Kecelakaan ini dipicu oleh pengendara sepeda motor yang masuk ke jalur lawan. Sayangnya, kendaraan tersebut dalam kondisi gelap tanpa lampu penerangan, dan pengendara tidak menggunakan helm pelindung,” jelas AKP Parta.

Meski kondisi jalan disebut lurus dan cuaca dalam keadaan cerah, minimnya penerangan kendaraan di malam hari dinilai menjadi faktor yang sangat fatal.

Warga bersama petugas kepolisian disebut sempat berupaya menyelamatkan korban dengan membawa korban ke rumah sakit.

“Korban segera dilarikan ke RSUD Komodo untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, karena luka yang dialami cukup serius, Saudara M dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit,” tambahnya.

Saat ini, Satlantas Polres Manggarai Barat telah mengamankan barang bukti berupa dump truck dan sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi termasuk sopir dump truck guna mendalami detail kejadian.

“Sejumlah barang bukti telah kami amankan di Mako Polres Manggarai Barat. Saat ini, kami terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi hingga pengemudi dump truck,” ungkap perwira polisi itu.

Unit Satlantas Polres Mabar saat melakukan TKP insiden tragis yang melibatkan satu unit dump truck dan sepeda motor itu menewaskan seorang petani berinisial M (42), warga Kampung Merombok. Korban meninggal dunia usai mengalami tabrakan di kawasan SPBU Merombok pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. (Dok. Humas Polres Mabar) 

AKP Parta juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keselamatan saat berkendara, terutama pada malam hari.

“Kami meminta seluruh warga agar selalu memastikan kelaikan kendaraan, terutama lampu utama dan penggunaan helm, demi keselamatan bersama saat berkendara di malam hari,” pungkasnya.

Sorotan Publik Meluas

Meski kronologi resmi dua lakalantas maut itu akhirnya mulai dibuka ke publik, gelombang spekulasi dan sorotan masyarakat telanjur berkembang luas.

Dalam beberapa pekan terakhir, tidak sedikit warga mempertanyakan lambannya penanganan sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik di Manggarai Barat.

Sorotan itu bahkan menyeret kembali kasus dugaan penganiayaan brutal terhadap seorang mitra ojek online (ojol) GrabBike di kawasan Bandara Internasional Komodo pada 13 April 2026 lalu.

Kasus yang sempat viral tersebut hingga kini dinilai belum menunjukkan kepastian hukum, terutama terkait penetapan tersangka.

Di tengah proses hukum yang dianggap berjalan lamban, terduga pelaku berinisial T alias Apong disebut masih bebas beraktivitas seperti biasa seolah tidak sedang menghadapi persoalan hukum serius.

Kondisi tersebut memicu berbagai asumsi liar di tengah masyarakat. Publik mulai mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum dalam menangani perkara yang menjadi perhatian luas warga.

Bahkan, muncul anggapan adanya perlakuan istimewa terhadap terduga pelaku. Sebagian masyarakat menilai aparat terkesan lamban, bahkan diduga membiarkan praktik premanisme tumbuh tanpa penindakan tegas.

Situasi ini menjadi ujian besar bagi Polres Manggarai Barat untuk membuktikan komitmennya dalam menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan tanpa pandang bulu.

Masyarakat kini menunggu, bukan sekadar janji penuntasan kasus, melainkan langkah nyata yang mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap wajah penegakan hukum di Manggarai Barat. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Bastian Bawa Uma Lantar Menang di Laga Pembuka PSSI Cup II Manggarai Barat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:41 WITA

PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick

Berita Terbaru