Gubernur NTT Ancam Copot Kepala Sekolah SMA-SMK yang Mangkir di Ngada

- Redaksi

Sabtu, 12 April 2025 - 18:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bajawa, GBRNews.id –Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, meluapkan kekecewaannya saat mendapati minimnya kehadiran kepala sekolah SMA dan SMK dalam pertemuan tatap muka di Aula SMAN 1 Bajawa, Kamis (10/4/2025).

Dari total kepala sekolah se-Kabupaten Ngada, yang hadir hanya 20 orang. Hal ini memicu kemarahan Gubernur Melki yang langsung mengancam akan mencopot kepala sekolah yang tidak hadir tanpa alasan jelas.

“Coba cek, ini kepala sekolah tidak sampai 30. Coba berdiri kepala sekolah,” ujarnya sambil menghitung satu per satu yang hadir, seperti dikutip dari Ekorantt.com, Sabtu (12/4/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Melki pun langsung mengeluarkan peringatan keras. “Saya minta yang tidak hadir menghadap saya di rumah di Kupang hari Senin, setelah saya pulang,” tegasnya.

Tak hanya sampai di situ, Gubernur Melki mengeluarkan ultimatum keras: larangan menggunakan dana BOS untuk ke Kupang dan ancaman pencopotan jabatan bagi mereka yang tidak mampu memberikan alasan kuat.

“Saya minta tidak boleh pakai dana BOS. Pakai uang pribadi, saya mau dengar alasan apa mereka tidak hadir,” semburnya dengan nada tinggi.

Kemarahan gubernur bukan tanpa alasan. Ia datang jauh-jauh bersama rombongan ke Bajawa untuk membenahi pendidikan menengah—urusan strategis yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Namun, yang disambut justru absennya para pemimpin sekolah.

“Kita datang mau urus mereka malah mereka tidak hadir. Kalau yang begini-begini lebih baik copot,” ucapnya geram.

Gubernur NTT Melkiades Laka Lena saat tatap muka bersama para kepala SMA/SMK di Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis, 10 April 2025 (Foto: Belmin Radho/Ekora NTT)

Bagi Gubernur Melki, ketidakhadiran ini adalah cermin buruk. Ia pun kembali menegaskan, membenahi pendidikan butuh komitmen penuh, bukan sekadar jabatan.

“Ini bukan soal hadir atau tidak hadir. Ini soal tanggung jawab. Kalau tidak siap, minggir,” tegasnya.

Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Korwas Dikmen) Kabupaten Ngada, Alfonsius Kolo, membenarkan bahwa hanya dua kepala sekolah yang memberikan izin secara resmi.

“Salah satunya dari SMA Citra Bakti. Sisanya tidak ada pemberitahuan,” ungkapnya. (*)

 

Penulis : Sarifudin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru